Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN WANITA TANI MELALUI PENGEMBANGAN KERIPIK SINGKONG DI SRITEN PILANGREJO, NGLIPAR, GUNUNGKIDUL Indardi Indardi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.18 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.307

Abstract

Dusun Sriten merupakan salah satu dusun terluas yang ada di Desa Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul. Keseluruhan warga masyarakat bekerja di sektor pertanian, yakni usahatani tanaman pangan dan peternakan. Produksi tanaman pangan yang dihasilkan adalah padi, jagung, dan utamanya ubi kayu. Melimpahnya ubi kayu hanya dikeringkan menjadi gaplek, sedangkan harga gaplek sendiri Rp 1.500,-Rp 2.000,-/kg, serta belum terbukanya pikiran masyarakat petani Dusun Sriten untuk meningkatkan nilai tambah produk ubi kayu. Tujuan kegiatan yaitu membantu masyarakat Dusun Sriten untuk meningkatkan kualitas hidup melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan melalui pengolahan hasil pertanian guna untuk meningkatkan ekonomi pendapatan masyarakat. Konsep kegiatan meliputi pengorganisasian kelompok, memberikan penyuluhan dan pelatihan serta pendampingan kegiatan. Hasil kegiatan adalah terbentuknya Kelompok Wanita Tani Pengrajin Kripik Singkong, terlaksananya penyuluhan dan pelatihan pengolahan keripik singkong dan terakhir terbukanya jejaring pemasaran produk (7 outlet/took). Di akhir acara pelatihan pembuatan keripik singkong dilakukan serah terima alat perajang otomatis, spinner, bumbu aneka rasa, toples pencampur bumbu kepada KWT. Kesimpulan kegiatan sosialisasi terkait dengan adanya penyuluhan dan pelatihan disambut baik oleh tokoh masyarakat dan ibu-ibu Dusun Sriten. Kegiatan penyuluhan dengan materi 1) motivasi pentingnya usaha berkelompok, 2) menajemen kelompok, 3) jejaring pemasaran dalam pemberdayaan masyarakat, 4) penyuluhan pembuatan keripik singkong aneka rasa. Penyuluhan berjalan lancar dan efektif terjadi peningkatan pemahaman terhadap materi penyuluhan secara siknifikan. Kegiatan pelatihan pembuatan keripik singkong berjalan dengan lancar dan ada keyakinan pada diri ibu-ibu bisa memproduksi secara mandiri. Dalam kegiatan pembukaan jejaring pemasaran masih relatif terbatas karena terkait kondisi topografi wilayah Dusun Sriten yang terjal dan jauh dari akses jalan raya dan keterbatasan kepemilikan kendaraan bermotor.
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dengan Perbaikan Nilai Tambah Olahan Singkong Semuluh Lor, Gunungkidul Indardi Indardi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.237 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.395

Abstract

Pengabdian Masyarakat Program KKN-PPM bertujuan membantu masyarakat meningkatkankesejahteraan melalui peningkatan ekonomi dengan kegiatan pemberdayaan wanita tani untukmeningkatkan nilai tambah produk singkong. Metode dalam kegiatan KKN PPM menggunakandemonstrasi cara dan demonstrasi hasil. Demonstrasi cara dalam bentuk pelatihan, yakni praktekpembuatan keripik singkong aneka rasa sampai pada pengemasannya (packaging). Metode hasildilakukan dengan menampilkan berbagai contoh produk olahan yang berkualitas. Disamping itudigunakan Metode ceramah (penyuluhan) untuk memotivasi wanita tani membantu meningkatkanekonomi keluarga, pentingnya kerjasama dalam kelompok dan pentingnya membentuk jejaring.Pengabdian masyarakat diawali dengan kegiatan Sosialisasi dilanjutkan pelatihan. Sosialisasi terdiri dari2 topik: Pentingnya Pembentukan Kelompok dan Jejaring Pemberdayaan Masyarakat. Pelatihan keripiksingkong melibatkan 10 mahasiswa KKN yang ikut mendampingi selama proses pembuatannya. Hasilpengabdian berupa keripik singkong aneka rasa yang telah dikemas plastik berlabel. Melalui bantuanmahasiswa KKN telah mampu dibuka saluran pemasaran sebanyak 15 warung, toko atau outlet. Terdiridari toko kelontong yang ada di Dusun Semuluh Lor dan sekitarnya, juga outlet-outlet ditempat wisatapantai Gunungkidul. Juga ada Swalayan di Semanu yang bersedia dititipi produk keripik singkong.Direkomendasikan adanya pelatihan diversifikasi olahan berbahan baku singkong.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DAN PENGEMBANGAN PASAR KERIPIK TEMPE Indardi Indardi; Salmah Orbayinah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.356 KB) | DOI: 10.18196/ppm.45.701

Abstract

Keripik tempe Mbak Inah berdiri sejak tahun 2016 hingga sekarang. Program KKN-PPM UMY bertujuan membantu proses produksi dan pemasarannya. Hal ini mengacu pada permasalahan yang ditemukan bahwa proses produksi keripik tempe yang dilakukan masih menggunakan peniris tambir, dengan pemasaran yang sepenuhnya masih offline. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut dan diskusi dengan mitra UMKM, diputuskan program kegiatan bertopik “peningkatan kualitas produk dan pengembangan pasar online keripik tempe Mbak Inah”. Kegiatan KKN-PPM dibantu oleh mahasiswa KKN IT kelompok 68 UMY dan Narasumber yang ahli dibidang digital marketing. Kegiatan diselenggarakan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan mencakup materi tentang motivasi berwirausaha, peningkatan kualitas produk dengan peniris minyak (spinner), dan materi digital marketing. Pelatihan peningkatan kualitas produk keripik tempe diawali dengan pemberian bantuan alat teknologi spinner. Pelatihan penggunaan spinner berjalan dengan lancar. Pelatihan digital marketing mencakup grabfood, facebook dan instagram, juga berjalan secara lancar. Selama proses penyuluhan dan pelatihan pelaku usaha UMKM Keripik Tempe mengikuti secara antusias. Melalui kegiatan KKN-PPM ini, kualitas keripik tempe menjadi lebih baik, kandungan minyak lebih rendah. Keripik tempe sudah mulai dijual secara online, bahkan muncul gagasan baru membuat cemilan keripik tempe ukuran kecil dengan sasaran konsumen anak-anak dan remaja.