Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Literasi Pemilu Bagi Perempuan Pemilih Pada Pemilu 2019 Tanto Lailam; Nita Andrianti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.478 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.496

Abstract

Pengabdian ini memfokuskan pada pemberdayaan perempuan pemilih dalam menghadapi pemilu 2019melalui pendidikan literasi pemilu bagi perempuan pemilih. Tujuan pengabdiannya agar perempuanpemilih mampu mendorong terwujudnya pemilu 2019 yang berkualitas dan berintegritas, sehingga lahirpemimpin dan wakil rakyat yang mampu mendorong perempuan berkemajuan, perempuan mandiri dansejahtera. Pendekatan pemberdayaan (partisipasi aktif) ini berprinsip pada kemandirian masyarakat,metode ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemahaman demokrasi dankepemiluan melalui pendidikan literasi. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan beberapa metode,meliputi: Studi kelembagaan ke KPU dan Bawaslu, sosialisasi kepemiluan dikalangan perempuanpemilih, dan talkshow. Hasil pengabdian yang dilakukan dengan berbagai agenda: (1) pendidikankelembagaan pemilu (KPU dan Bawaslu), pendidikan ini dilakukan dengan melakukan studi kunjunganke lembaga tersebut, dan sosialisasi kelembagaan ke masyarakat. Hasilnya bahwa perempuan pemilihmampu memahami tugas dan kewenangan kelembagaan pemilu yang permanen dan ad hoc, dari KPU/Bawaslu RI hingga ke KPPS/ Pengawas TPS. Selain itu juga mampu memahami jika ada persoalanpenyelenggaraan, misalnya ketika terjadi money politic, maka harus melapor ke Bawaslu. (2) pendidikandemokrasi dan peranan perempuan, yang bertujuan memberikan penyadaran perempuan pemilih.Problem perempuan pemilih karena apatisme politik kaum perempuan dan literasi yang terbatas, moneypolitics, hoax dan negative campaign yang menjadi momok tersendiri. Hasil dari pendidikan politik ini,bahwa perempuan pemilih memiliki kesadaran bahwa pemilu ini gerbang kemandirian perempuan agarpemerintahan mendorong perempuan berkemajuan. (3) Sosialisasi teknis kepemiluan, hasilnyaperempuan pemilih mampu memahami teknis kepemiluan: tata cara pindah memilih, mencoblos, partaipolitik peserta pemilu, calon perseorangan DPD RI, serta visi dan misi calon presiden dan wakil presiden.(4) Talkshow “Perempuan Muda Cerdas, Pemilu Berintegritas”, point penting dalam talkshow tersebutbahwa menjadi pemilih harus punya tolok ukur memilih dengan cerdas, berarti memilih denganmenggunakan akal sehat dan hati nurani.
PEMBERDAYAAN KADER MUDA MUHAMMADIYAH DALAM ADVOKASI HUKUM DAN KEBIJAKAN PUBLIK Mukhtar Zuhdi; Tanto Lailam
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.882 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.864

Abstract

Program pengabdian memfokuskan pada penguatan kaderisasi dalam advokasi hukum dan kebijakan publik yang bertujuan untuk mengejawantahkan peranan Muhammadiyah, Ortom, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai basis percerdasan dan pemberdayaan umat dan bangsa. Pengabdian Muhammadiyah ini dilatarbelakangi oleh beberapa persoalan yang mendasar bagi kader muda Muhammadiyah, yaitu: (1) masih lemahnya pemahaman hukum dan upaya advokasi kader-kader muda Muhammadiyah terhadap problem hukum dan kebijakan; (2) masih lemahnya pemahaman terkait problem hukum dan strategi advokasi hukum (kasus pidana, perdata); (3) masih lemahnya pemahaman terkait problem kebijakan dan strategi advokasi kebijakan publik; (4) masih belum kuatnya komitmen Kader Muda Muhammadiyah dalam Advokasi Hukum dan Kebijakan Publik, hal ini tentu disebabkan kurangnya pengkaderanya yang tersistem dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. (5) masih lemahnya kemampuan praktik dalam advokasi hukum dan kebijakan publik dalam penyelesaian kasus ditengah masyarakat. Tujuan program ini adalah menjadikan mitra sebagai model pelatihan dan pendampingan bagi kader-kader muda Muhammadiyah dalam advokasi hukum dan kebijakan publik. Pendekatan pemberdayaan (partisipasi aktif) dalam pengabdian ini berprinsip pada kemandirian masyarakat, metode ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam menyelesaikan kasus-kasus hukum dan kebijakan publik. Yang paling menarik adalah paparan berbagai kasus hukum dan kebijakan publik serta pendekatan advokasinya telah memberikan pemahaman yang kuat bagi peserta workshop.