Proses bubut merupakan proses pemesinan dengan menggunakan mesin bubut, yang menghasilkan komponen-komponen mesin yang berbentuk silindris. Pada Proses Bubut karakteristik kualitas yang kritis adalah kekasaran permukaan dan laju pengerjaan bahan. Karakteristik kualitas tersebut dipengaruhi oleh parameter proses pemesinan seperti kecepatan potong, gerak makan, kedalaman potong dan jenis cairan pendingin. Maka diperlukan suatu optimasi untuk mendapatkan kekasaran permukaan yang minimum dan laju pengerjaan bahan yang maksimum. Proses bubut material ST 60 menjadi objek pada penelitian ini . Kombinasi metode Taguchi dan Weighted Principal Component Analysis (WPCA) digunakan sebagai metode optimasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah matriks ortogonal L27. Seting Parameter proses yang ditentukan adalah kecepatan potong, gerak makan, kedalaman potong dan jenis cairan pendingin. Parameter-parameter tersebut masing-masing memiliki 3 level. Kekasaran permukaan memiliki karakteristik respon yang optimal adalah semakin kecil semakin baik dan laju pengerjaan bahan memiliki karakteristik respon semakin besar semakin baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat menurunkan kekasaran permukaan serta meningkatkan laju pengerjaan bahan secara siginifikan.