Indonesia khususnya Yogyakarta kejadian erupsi gunung berapi hampir setiap lima tahun sekali terjadi.Pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terkait manajemen bencana masih sangat rendah,khususnya masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Pendidikan atau edukasi tentangmanajemen bencana erupsi gunung berapi sangat penting bagi pengetahuan dan kesiapsiagaan. Kegiatanini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan manajemen bencana erupsi gunung bagi karangtaruna Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Metode kegiatan menggunakan ceramahdan simulasi penangananan korban cidera ketika terjadi erupsi gunung berapi. Data yang didapatkandalam kegiatan ini kemudian dianalisa d menggunakan uji Wilcoxon dan uji Man-Whitney. Jumlahpeserta 36 kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing 18 orang. Tingkat pengetahuan pre-testkelompok intervensi paling banyak pada tingkat pengetahuan rendah dan tingkat kesiapsiagaan kurangsiap sedangkan pada post-test paling banyak tingkat pengetahuan tinggi dan tingkat kesiapsiagaan siap.Tingkat pengetahuan pre-test kelompok kontrol paling banyak pada tingkat pengetahuan rendah dantingkat kesiapsiagaan kurang siap sedangkan pada post-test paling banyak tingkat pengetahuan rendahdan tingkat kesiapsiagaan kurang siap. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan pretest dan post-test kelompok intervensi dengan p value 0,000 (p<0,05). Terdapat pengaruh pendidikanmanajemen erupsi gunung berapi terhadap pengetahuan dan kesiapsiagaan dengan p value 0,000(p<0,05). Ada pengaruh edukasi manajemen bencana erupsi gunung berapi terhadap pengetahuan dankesiapsiagaan anggota karang taruna di Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.