Royke Kumowal
Teologi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSPEKTIF IMAN KRISTEN TERHADAP PEMBERIAN MAHAR SUKU DAYAK BERUSU, KECAMATAN MALINAU BARAT, KABUPATEN MALINAU, KALIMANTAN UTARA Royke Kumowal
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.71 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v2i1.391

Abstract

Kedudukan mahar (jujuran) dalam kebudayaan Dayak Bulusu adalah sebagai syarat sah perkawinan. Namun demikian, Alkitab maupun hukum positif Indonesia tidak menentukan jenis, bentuk, dan jumlah mahar. Karena setiap orang berbeda-beda tingkat kekayaan dan kemiskinannya. Dalam sistem perkawinan adat Dayak Bulusu, secara faktual terdapat tata cara sendiri dan unik dalam menentukan bentuk dan jumlah mahar. Pertanyaan pokok dalam masalah ini adalah: Pertama, bagaimana praktek mahar (jujuran) perkawinan adat dayak Bulusu? Kedua, bagaimana sikap gereja menyikapi budaya adat dayak bulusu, ketiga, apakah jujuran menunjukkan prestise dalam masyarakat? Keempat, sampai di manakah kedudukan mahar dalam adat istiadat dayak Bulusu? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Mengambil lokasi penelitian di Desa Sesua, kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dengan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa tokoh masyarakat dan beberapa tokoh adat, dan pihak-pihak yang ada kaitan dengan penetapan mahar yang Penulis anggap perlu dan juga wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar (jujuran) adat adalah sebuah inti kebudayaan, di mana sesuatu yang sulit berubah. Hal ini dibuktikan dengan tidak bisanya digantikan tempayan jana bumbung dengan benda lainnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tempayan menuntut kesiapan lahir batin dan kesepadanan bukan menunjukkan strata sosial dalam bermasyarakat.