Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MAKNA KATA TANDA DALAM INJIL YOHANES DAN KORELASINYA DENGAN MISI MASA KINI Mintoni Asmo Tobing; Adventrianis Daeli
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 2 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.734 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v2i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kata tanda dalam injil Yohanes dan korelasinya terhadap misi masa kini, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan eksegese. Melalui penelitian ini ditemukan; pertama: kata tanda dalam injil Yohanes memakai semeion, yang berarti penunjuk arah tentang si Pelaku / Pembuat tanda. Semua tanda bertujuan untuk membawa seseorang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup sehingga mereka memiliki hidup yang kekal. Kedua, makna tanda dalam injil Yohanes menjadi koreksi bagi Kristen fundamentalis dan Kristen liberal dan pluralis dalam memahami gerakan misi. Puncak dari pelayanan misi tidak hanya sampai kepada pelayanan sosial belaka, namun klimaks dari pelayanan misi adalah pemberitaan Injil. Ketiga, adanya korelasi erat antara makna tanda dalam injil Yohanes dengan misi masa kini, menjadi landasan yang kuat dan mendasar dalam memahami apa, mengapa dan bagaimana gereja bermisi di masa kini. Gereja-gereja harus kembali kepada konsep ortodoks tentang misi.
Implementasi Karakter Berdasarkan Buah Roh ke dalam Tema-Tema Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa Kelas VII SMP Bhaktiar Sihombing; Mintoni Asmo Tobing; Alon Mandimpu Nainggolan
MAGENANG : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): MAGENANG: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pascasarjana IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.242 KB) | DOI: 10.51667/mjtpk.v3i2.1040

Abstract

This article proposes several characters based on Galatians 5:22-23 that can be implemented into the themes of Christian Religious Education (PAK) or Budi Pekerti that have been determined by the Ministry of Education and Culture (Kemdikbud) of the Republic of Indonesia at the junior high school (SMP) class VII. The type of research method used by the author is a descriptive method, namely by discussing the developmental psychology of junior high school students, the themes of PAK and Budi Pekerti according to the Ministry of Education and Culture, exploring character values based on the fruit of the Spirit in Galatians 5:22-23. Then, in the end, the author will implement these character values into the PAK and Budi Pekerti curriculum that has been prepared by the Ministry of Education and Culture (Kemdikbud).
Sorotan Teologis Terhadap Paradigma & Praktik Misi Kaum Pluralis Kamenia Melyanti Nabuasa; Mintoni Asmo Tobing
Jurnal Missio Cristo Vol. 5 No. 2: Jurnal Missio-Cristo Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58456/missiocristo.v5i2.41

Abstract

The issue of religious pluralism becomes a hot topic for discussion among Christian theologians. The ecumenical views pluralism as a good bridge to respond to the differences in faith amid pluralism. Thus, there is a term of pluralists. Pluralism is considered the right step for the church to present God's shalom in the middle of the world. The pluralist paradigm affects their view of God's mission and the practice of the mission. The mission is not about proclaiming the Gospel but looking at the truth and salvation that God has provided for other beliefs. Thus, the practice of preaching the Gospel is replaced by dialogue and social service. This is in contrast with the Great Commission of Jesus Christ which emphasizes the proclamation of the Gospel of Christ as the core of God's mission. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Isu pluralisme agama merupakan topik yang hangat untuk diperbincangkan dikalangan teolog Kristen. Kaum Oikumenikal memandang pluralisme sebagai suatu jembatan yang baik dalam menyikapi pebedaan iman di tengah kemajemukan. Karena itulah dikenal sebutan kaum pluralis. Pluralisme dianggap sebagai langkah yang tepat bagi gereja untuk menghadirkan shalom Allah di tengah dunia. Paradigma kaum pluralis terhadap perbedaan ini berdampak pada pandangan mereka terhadap misi Allah dan praktik misi itu sendiri. Misi bukan tentang poklamasi Injil namun melihat kebenaran dan keselamatan yang Allah sediakan pada kepercayaan lain, karena itu praktik pemberitaan Injil diganti dengan dialog dan pelayanan sosial. Hal ini tentunya bertentangan dengan Amanat Agung Yesus Kristus yang menekankan proklamasi Injil Kristus sebagai inti misi Allah.
Kristus Sebagai Rahasia Allah Dalam Pandangan Paulus Dan Implikasinya Bagi Tugas Pemberita Injil Ruseniati Ruseniati; Mintoni Asmo Tobing; Teo Andre Yonathan
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 10 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v4i10.2250

Abstract

Paulus adalah seorang teolog dan dikagumi karena pemikiran dan pelayanannya. Ada banyak pemikiran teologis dalam surat-surat kepada jemaat Kristen yang dia layani. Salah satu pemikiran Paulus yang menarik untuk dikaji tentang “Kristus sebagai rahasia Allah”. Pernyataan bahwa Kristus adalah rahasia Allah adalah sesuatu yang perlu dipahami. Karena Paulus meletakkan iman dan pelayanannya berdasarkan kepercayaannya kepada Kristus. Dalam arti Kristus adalah pusat kehidupan Paulus dan juga pemberitaan Injilnya. Melalui tulisan ini, penulis ingin meneliti apa arti Kristus sebagai rahasia Allah dari konsep paulus itu dan juga, apakah implikasi dari konsep ini bagi tugas pemberita Injil. Kebenaran ini penting untuk diungkapkan agar pemberita Injil dapat membangun pola hidup dan pelayanan pemberitaan Injil di dalam Kristus sebagai dasarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode kualitatif kepustakaan yaitu dengan melakukan kajian melalui literatur. Kehadiran Kristus, menjadi sentral hidup dan inti berita pelayanan Paulus. Menjadi begitu krusial, karena keselamatan ilahi ini menjadi pengharapan yang pasti dan hidup baru dalam karya Kristus yang tersedia bagi semua orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi. Kristus sebagai rahasia Allah dalam pandangan Paulus merupakan pokok dasar dalam iman Kristen yang menegaskan tentang rencana kekal Allah bagi keselamatan, yang hanya terlaksana melalui karya Kristus. Rencana itu dahulu merupakan sebuah rahasia karena hanya dinyatakan melalui nubuatan tanpa penjelasan, namun sekarang dibukakan kepada orang percaya. Peran pemberita Injil sat ini ialah memerhatikan kedalaman pemahamannya tentang konsep teologi Kristen yang berpusat kepada Kristus, dan menjaga agar konsep itu tidak berubah ketika diberitakan. Pemberita Injjil harus dapat mengintegrasikan teks yang selalu relevan dengan konteks.
Kristus Sebagai Rahasia Allah dalam Pandangan Paulus dan Implikasinya Bagi Tugas Pemberita Injil Ruseniati Ruseniati; Mintoni Asmo Tobing; Teo Andre Yonathan
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 10 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i10.1207

Abstract

Paulus adalah seorang teolog dan dikagumi karena pemikiran dan pelayanannya. Ada banyak pemikiran teologis dalam surat-surat kepada jemaat Kristen yang dia layani. Dalam arti Kristus adalah pusat kehidupan Paulus dan juga pemberitaan Injilnya. Tujuan penelitian ini untuk menegtahui apa arti Kristus sebagai rahasia Allah dari konsep paulus itu dan juga, apakah implikasi dari konsep ini bagi tugas pemberita Injil. Kebenaran ini penting untuk diungkapkan agar pemberita Injil dapat membangun pola hidup dan pelayanan pemberitaan Injil di dalam Kristus sebagai dasarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode kualitatif kepustakaan yaitu dengan melakukan kajian melalui literatur. Kehadiran Kristus, menjadi sentral hidup dan inti berita pelayanan Paulus. Menjadi begitu krusial, karena keselamatan ilahi ini menjadi pengharapan yang pasti dan hidup baru dalam karya Kristus yang tersedia bagi semua orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi. Kristus sebagai rahasia Allah dalam pandangan Paulus merupakan pokok dasar dalam iman Kristen yang menegaskan tentang rencana kekal Allah bagi keselamatan, yang hanya terlaksana melalui karya Kristus. Rencana itu dahulu merupakan sebuah rahasia karena hanya dinyatakan melalui nubuatan tanpa penjelasan, namun sekarang dibukakan kepada orang percaya. Peran pemberita Injil sat ini ialah memerhatikan kedalaman pemahamannya tentang konsep teologi Kristen yang berpusat kepada Kristus, dan menjaga agar konsep itu tidak berubah ketika diberitakan. Pemberita Injjil harus dapat mengintegrasikan teks yang selalu relevan dengan konteks.