Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMASI BIAYA PENGIRIMAN KELAPA MENGGUNAKAN MODEL TRANSPORTASI METODE STEPPING STONE Muhamad Anwar Septiana; Rifki Hidayattulloh; Jamari Machmudin; Nitta Fitria Anggraeni
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 5 No 2 (2020): (Mei 2020)
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.1 KB) | DOI: 10.33884/jrsi.v5i2.1909

Abstract

Coconut is one of the commodities that is quite important for food needs in Indonesia, especially for dishes made from coconut milk and grated coconut. This study aims to resolve the problem of coconut shipping costs at the level of coconut wholesalers with the name of the owner Mr. Yayan in the Greater Bandung area. Coconut is supplied from 3 regions namely Tasikmalaya, Lampung and Riau. Of the three regions, coconuts will be stored in 3 warehouses, namely Karapitan, Ciganitri and Cikoneng. From the three warehouses, coconut will be distributed to 3 markets in Bandung, namely Cijerah Market, Batu Buah Market and Baleendah Market. Coconut shipping uses land transportation such as pick up cars. Shipping costs are calculated based on the amount per coconut to be sent to the market. To optimize shipping costs to 3 markets in Bandung, the Northwest Corner (NWC) transportation model is used. The initial step to completing the optimal shipping transportation costs is by establishing shipping costs from the warehouse to the market, the amount of coconuts stored in the warehouse and the demand for coconuts in each market into the transportation model. The direct calculation of the cost of transporting coconut shipments from 3 warehouses to 3 markets using the Northwest Corner model is Rp 167,500. Furthermore, looking for the most optimal results using the Stepping Stone method that can provide an optimal solution to the cost of transporting coconut shipping to Rp 147,500 So by finding the most optimal results using the Stepping Stone method can save transportation costs of shipping coconut from the warehouse to the market by Rp 20,000.
Pencarian Rute Terpendek Pada Distribusi Raw Material Metode Djikstra Di PT. SHP Muhammad Faizal Nurrizky; Sofia Dwiagnes; Nitta Fitria Anggraeni
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 19 No 1 (2020): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol19no01.141

Abstract

Perusahaan dapat memilih jasa makloon untuk memproduksi produknya. Jasa ini akan membantu perusahaan dalam memangkas modal usaha. Paling tidak, perusahaan tidak perlu mengalokasikan dana besar untuk membangun pabrik sehingga perusahaan dapat langsung menjalankan bisnisnya. Dengan menggunakan jasa makloon, beberapa kebijakan perusahaan mengirimkan bahan bakunya kepada perusahaan yang menyediakan jasa makloon. Dalam proses pengiriman bahan baku, perusahaan harus mempertimbangkan jalur transportasi yang akan dilewati untuk meminimumkan biaya transportasi. Maka harus dicari jalur transportasi terpendek agar jarak yang ditempuh menjadi optimal dan ongkos yang harus dikeluarkan dapat diminimalisir. PT. SHP yang berlokasi didaerah Cikampek kabupaten Karawang akan menggunakan jasa makloon di PT. UJA yang berlokasi di Padalarang Bandung. Metode yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan algoritma Djikstra. Dari banyaknya jalur alternatif yang dimiliki perusahaan, dicari jarak terpendek yang nanti menjadi solusi paling optimal bagi perusahaan.
Pendistribusian Produk Kartu Seluler untuk Alternatif Rute Terpendek Menggunakan Metode Branch and Bound di PT. T Chandra Desparaja; R. Faris Gumelar; Nitta Fitria Anggraeni
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 19 No 1 (2020): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol19no01.145

Abstract

PT. T merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang operator seluler. Dalam aktivitas setiap harinya tentu perusahaan akan melakukan pendistribusian produk kepada konsumen yang dilakukan setiap hari. Sistem distribusi barang merupakan salah satu pendukung utama dalam pemasaran produk, tidak adanya kontrol yang baik dalam proses pendistribusian barang dapat berdampak buruk bagi perusahaan. Dilihat dari jumlah distribution center nya dengan data jarak terhadap rute distribusi menimbulkan kondisi yang tidak optimal. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yaitu rute distribusi yang tidak optimal karena lokasi jarak jauh dari sumber dikarenakan pengiriman antar titik distribusi yang random sehingga berdampak pada biaya distribusi yang menjadi tidak optimal. Dalam menyelesaikan permasalahan perusahaan dapat di lakukan dengan menggunakan metode Branch and Bound. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dapat menggunakan 2 alternatif jalur terpendek dimana masing-masing alternatif menghasilkan jarak tempuh sebesar 84,3 km. Metode ini dapat di gunakan untuk menyelesaikan permasalahan penentuan jalur terpendek yang digunakan untuk meminimalkan waktu distribusi dengan cara mencari jarak dan rute terdekat.
ANALISIS PEMBOROSAN DI PT. XYZ MENGGUNAKAN 8 WASTE Ilham Fhadillah; Nitta Fitria Anggraeni; Ayu Rizki Awaliah Sugiarto
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.438 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol6.iss2.2020.335

Abstract

Perkembangan industri di Indonesia sangatlah pesat, hal ini memacu perusahaan industri untuk terus bersaing dan melakukan perbaikan dalam meningkatkan kinerjanya. Sistem produksi yang efektif dan efisien akan menghasilkan produk yang berkualitas dan kompetitif, sehingga perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang maksimal dan terhindar dari yang namanya kerugian. Kerugian yang dialami oleh perusahaan salah satunya disebabkan oleh adanya pemborosan (waste). PT. XYZ merupakan salah satu dari beberapa produsen rokok di Indonesia yang telah dikenal masyarakat. Perusahaan ini sering mengalami permasalahan yang timbul karena adanya permborosan. Sebagai contoh pemborosan yang sering terjadi yaitu adanya delay yang sering terjadi pada proses produksi barang. Munculnya permasalahan tersebut menjadi bahan bagi peneliti untuk melakukan penelitian dengan menggunakan salah satu tools lean manufacturing