Wahyu Iryana
UIN SGD BANDUNG

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROTES SOSIAL MASYARAKAT PAREAN GIRANG, INDRAMAYU TERHADAP RELOKASI PETERNAKAN BABI (1995-1996) Wahyu Iryana
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.913 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i1.788

Abstract

Abstrak: Protes Sosial Masyarakat Parean Girang, Indramayu terhadap Relokasi Peternakan Babi (1995-1996). Tesis untuk mencoba mengungkapkan dengan baik dipahami bahwa sejarah menolak relokasi Babi di Parean Girang sejak 1995-1996. Mulai dari memindahkan ternak dari proses relokasi babi dari Jakarta ke Indramayu dimana membuat polemik dan protes menjadi berbagai komunitas, karena Ekonomi, Relgious, Politic, dan Sosila-culture. Hal ini membuat keengganan masyarakat, dimana selesai memutuskan negosiasinya terakhir dari MUI No: 08 / MUI-Kec / VI / 1995 inderawi untuk keberatan terhadap ternak dari relokasi babi. Hal ini yang menyebabkan inisiatif masyarakat Desa Parean Girang Kandanghaur ke bawah mengambil langkah-langkah pencegahan yang menolak relokasi peternakan. Berbagai cara telah dilakukan termasuk bekerja sama dengan media, organisasi Islam Ngosor, mengeluarkan astutement, dan demonstrasi yang menyebabkan revolusi di Pemerintahan Daerah Indramayu pada tanggal 29 April 1996.
FENOMENA GERAKAN SEMPALAN ISLAM DI INDONESIA Wahyu Iryana
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.451 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1553

Abstract

Fenomena sekte menyimpang atau gerakan sempalan di kalangan umat Islam Indonesia akhir-akhir ini menjadi sangat populer dalam deretan aksi dan catatan-catatan yang menyertainya. Banyak yang melaporkan adanya sekte menyimpang yang mengajarkan doktrin yang menyimpang dari arus utama, atau sekte dan agama yang menjadi induknya. Yang muncul di permukaan, kebanyakan lahir dari Islam sebagai aliran orang tua, seperti Salat bilingually di Malang, sekte Ahmadiyah dan seseorang yang mengaku telah memiliki nabi terakhir atau kitab suci itu sendiri seperti di Brebes, Tangerang, Tulungagung, dll . Di Indonesia kesan negatif dari kelompok sempalan menjadi lebih kuat setelah kecenderungan gerakannya menjadi ancaman bagi stabilitas dan keamanan bangsa dan negara. Fakta terbaru tentang stigma ini dilihat dari kelompok Syi'ah dan Ahmadiyah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang mengarah pada perilaku anarkis. Mau tidak mau pemerintah merasa perlu membatasi gerakan serpihan untuk mewujudkan keamanan di negara. Jurnal ini berusaha membuat tipologi kelompok-kelompok sempalan yang ada di kalangan umat Islam di Indonesia dan mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan munculnya gerakan-gerakan itu dengan berbagai lingkaran konsentrisnya