Arafah Pramasto
Program Keluarga Harapan (PKH)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peristiwa-peristiwa Penting dalam Pemerintahan Dinasti Qajar di Bawah Muhammad Shah (1834-1848 M) Arafah Pramasto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3195

Abstract

Qajar adalah sebuah kekuatan politik Persia (sekarang Iran) yang berkuasa dalam rentang waktu cukup lama sejak 1796 hingga 1925. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap peristiwa-peristiwa penting dalam pemerintahan pengusa Qajar ketiga yakni di bawah Muhammad Shah dengan rentang waktu kekuasaannya sejak 1834 hingga wafatnya pada 1848. Metodologi penelitian yang dipakai adalah metode historis dengan langkah-langkahnya yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi secara internal untuk menilai validitas kesaksian dalam sumber, melakukan penafsiran / interpretasi dan melakukan penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa penting di masa kekuasaan Muhammad Shah ialah diawali usaha invasi atas Afghanistan yang gagal pada 1838. Muhammad Shah melancarkan kampanye militer lain melawan Agha Khan I pemimpin sekte Ismailiyah untuk mengganti posisinya sebagai penguasa Kerman. Agha Khan yang kalah kemudian mengungsi dan membangun basis sektenya di India. Peristiwa sangat penting berikutnya adalah kelahiran agama Babiyah di bawah Sayyid Ali yang berhasil mengguncang stabilitas politik dan sosial Persia antara tahun 1844 hingga kematian Muhammad Shah pada 1848 M
KONTRIBUSI SYAIKH ABDUS SHAMAD AL-PALIMBANI PADA ASPEK INTELEKTUAL ISLAM DI NUSANTARA ABAD KE-18 Arafah Pramasto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Tsaqofah & Tarikh
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v4i2.2473

Abstract

Abstract : Sheikh Abdus Shamad Al-Palimbani’s Contributions toward Islam in 18th Century’s Indonesian Archipelago. Born in 1737 AD, Sheikh Abdus Shamad was a Sufi Ulema from Palembang.His grandfather, who was also a Sufi Ulema held a position of a Mufti in Kingdom of Kedah. His grandmother, however,belonged to a noble family from Sultanate of Palembang. Abdus Shamad received good education during his lifetime in Palembang.He later continued his journeyof knowledge-seekingby traveling to the Haramayn (Holy Lands of Islam) where he learned various Islamic principles. He also engaged in various discussions with Ulemas and Malay speaking diciples also called the Jawi Community.As an Ulema and an intellectual, Sheikh Abdus Shamad authored eight books mostly in the Malay language.Two magnum opus of his writings that gained popularity among Indonesian Muslims were Sufi-themed books i.e.Hidayatus Salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqiin and Siyarus Salikin ila Ibadat rabb al-‘alamin.Keywords : Intellectual, Ulema, Indonesian Archipelago, Shaikh Abdus Shamad Al-PalimbaniAbstrak : Kontribusi Syaikh Abdus Shamad Al-Palimbani pada Aspek Intelektual Islam di Nusantara Abad ke-18. Syaikh Abdus Shamad Al-Palimbani merupakan seorang Ulama Sufi asal Palembang yang lahir pada tahun 1737 M. Secara genetis ia adalah keturunan Ulama Sufi (kakek) yang menjadi Mufti di Kerajaan Keddah dan bangsawan Kesultanan Palembang (nenek).Latar belakang keluarganya itu memberi andil bagi Abdus Shamad untuk memperoleh pendidikan yang baik selama di Palembang. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Haramayn (Tanah Suci) untuk belajar ilmu-ilmu agama kepada pada Ulama serta aktif terlibat diskusi keilmuan di dalam “Komunitas Jawi”, yakni orang-orang Nusantara berbahasa Melayu yang belajar di sana. Sebagai seorang Ulama sekaligus intelektual, Syaikh Abdus Shamad juga menghasilkan 8 buah karya yang sebagian besar berbahasa Melayu. Karyanya yang paling terkenal bagi Muslim di Nusantara adalah kitab Sufi berjudul Hidayatus Salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqiin dan Siyarus Salikin ila Ibadat rabb al-‘alamin.Kata Kunci : Intelektual, Ulama, Nusantara, Syaikh Abdus Shamad Al-Palimbani