Wahyu Iryana
IAIN BENGKULU

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROTES SOSIAL PETANI INDRAMAYU MASA PENJAJAHAN JEPANG (1942-1945) Wahyu Iryana
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 1 (2016): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.775 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i1.865

Abstract

Abstrak: Protes Sosial Petani Indramayu Masa Penjajahan Jepang (1942-1945). Pelaku sejarah perlawanan menentang penjajahan Jepang umumnya terdiri dari ulama desa seperti Kiai Sualaiman, Kiai Srengseng, Haji Akhsan, Kiai Abdul Ghani (Kaplongan), Kiai Madrais (Cidempet), Kiai Muktar (Kertasmaya), Tasiah (Pranggong), Haji Dulkarim (Panyindangan Kidul), Sura (Sindang) dan Karsina (Slijeg). Kendati pun mereka berasal dari desa terpencil, namun mereka mampu memiliki rasa kebangsaan nasional yang terandalkan.Kenyataan sejarah yang demikian itu, memberikan gambaran bahwa penindasan penjajahan telah dirasakan beratnya oleh segenap bangsa Indonesia, dan penduduk hingga ke pelosok desa.Kesamaan sejarah yang dialaminya inilah, menjadi bahan dasar bila terjadi gerakan perlawanan terhadap Jepang, memperoleh dukungan dari rakyat walaupun di desa ataupun di daerah-daerah lain baik dipegunungan ataupun daerah pantai.Sekalipun hampir tak pernah ditulis dalam buku resmi sejarah, petani Indramayu sudah menorehkan tinta emas dalam sejarah perjuangan bangsa.