Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Apakah Pengungkapan ESG Berpengaruh terhadap Kinerja Perbankan : Studi Empiris Perbankan di Indonesia Retnoningrum - Retnoningrum; Bambang Sutopo
Monex: Journal of Accounting Research Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v14i1.8123

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh antara skor Environment, Social and Governance (ESG) dengan kinerja perbankan di Indonesia. Analisis ini berfokus pada ukuran bank, Rasio Kecukupan Modal (CAR), leverage, Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan regresi panel, hasilnya mengungkapkan bahwa ukuran bank dan CAR berdampak positif pada skor ESG. Hal ini menunjukkan bahwa bank besar dengan struktur modal yang kuat cenderung menerapkan praktik ESG secara efektif. Sebaliknya, leverage, ROA, dan ROE tidak berdampak pada skor ESG, menunjukkan bahwa profitabilitas jangka pendek dan leverage keuangan bukanlah pendorong utama kinerja ESG. Temuan ini menyoroti pentingnya kekuatan dan skala modal dalam mendorong praktik perbankan berkelanjutan..
Do Tax Audits Strengthen or Weaken the Effect of Tax Knowledge on Tax Compliance? (Evidence from MSMEs in Karanganyar, Indonesia) Helti Nur Aisyiah; Bambang Sutopo
Indonesian Journal of Taxation and Accounting Vol 4, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ijota.v4i1.408

Abstract

Purpose – This study aims to examine the effect of tax knowledge on MSME tax compliance and to investigate the moderating role of tax audits in this relationship, particularly whether tax audits strengthen or weaken the influence of tax knowledge on tax compliance. Methods – This research employs a quantitative approach using primary data collected from 98 individual MSME taxpayers registered at the Karanganyar Primary Tax Office (KPP Pratama Karanganyar), Indonesia. Data were gathered through structured questionnaires and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The analysis integrates the Theory of Planned Behavior (TPB) and deterrence theory to explain how internal knowledge and external enforcement mechanisms influence tax compliance behavior. Findings - The results show that tax knowledge has a positive and significant effect on tax compliance (β = 0.488, p < 0.001). Tax audits also have a positive and significant direct effect on tax compliance (β = 0.214, p = 0.008). However, the interaction between tax knowledge and tax audits reveals a significant negative moderating effect (β = −0.233, p = 0.030), indicating that stronger audit enforcement weakens the positive influence of tax knowledge on tax compliance. The model explains 49.7% of the variance in tax compliance (R² = 0.497). The findings indicate that tax audits weaken rather than strengthen the effect of tax knowledge on MSME tax compliance, suggesting the presence of a crowding-out effect in which excessive enforcement may reduce taxpayers’  intrinsic motivation to comply. Research Implication - The findings suggest that improving taxpayer compliance requires a balanced strategy combining tax education with proportional audit enforcement.  Originality - This study contributes to the tax compliance literature by integrating TPB and deterrence theory and providing empirical evidence of the negative moderating role of tax audits in MSME tax compliance in Indonesia.
Intensi Dosen Akuntansi Melakukan Tindakan Whistleblowing: Studi Empiris di Perguruan Tinggi Indonesia Briyan Efflin Syahputra; Bambang Sutopo
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabh.v13i2.9883

Abstract

Kasus fraud, utamanya korupsi yang terjadi di lingkungan Perguruan Tinggi Indonesia, secara konsisten selalu mengalami peningkatan jumlah kasus dari waktu ke waktu. Sehingga, terdapat urgensi untuk menemukan berbagai faktor yang diyakini efektif untuk mengurangi kasus ini kedepannya. Salah satunya melalui whitsleblowing. Whistleblowing, tidak hanya efektif untuk dijadikan sebagai sumber penting dalam mendeteksi fraud, namun juga efektif untuk dijadikan sebagai alat untuk mencegah terjadinya fraud di sebuah instansi. Penelitian ini diselenggarakan untuk menganalisis secara empiris pengaruh dari komitmen organisasi dan komitmen profesi terhadap niat ataupun intensi melakukan tindakan whistleblowing. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif, dalam rangka untuk mewujudkan tujuan tersebut. Adapun metode survei, dan kuesioner telah digunakan dalam rangka untuk mengumpulkan data utama dari pelaksanaan penelitian ini. Responden dari penelitian ini ialah sebanyak 91 Dosen Akuntansi, baik yang bekerja di Perguruan Tinggi Swasta maupun Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Pengujian statistik atas pelaksanaan penelitian ini ialah SEM, yang dibantu aplikasi statistik, yaitu SmartPLS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 2 temuan. Pertama, komitmen organisasi telah terbukti memiliki peran dan pengaruh yang positif, untuk meningkatkan minat dan intensi seseorang untuk melakukan tindakan whistleblowing. Kedua, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen profesi, tidak terbukti dapat meningkatkan intensi seseorang untuk melakukan tindakan whistleblowing.
ANALISIS BIBLIOMETRIK: OVERCONFIDENCE CEO DAN PENGHINDARAN PAJAK Nanik Lestari; Bambang Sutopo
TRILOGI ACCOUNTING & BUSINESS RESEARCH Vol 6, No 2 (2025): .
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/tabr.v6i2.2603

Abstract

The study analyses global publication trends on Tax Avoidance and CEO Overconfidence using a bibliometric approach based on Scopus data from 23 articles. Findings reveal that measurement methods for both variables are inconsistent, highlighting the need for more robust methodologies. Future research should: Expand to cross-country contexts considering cultural and institutional differences. Include firms of various sizes for better generalization. Develop accurate CEO characteristic measures (e.g., narcissism, facial masculinity, tax competence) using psychometrics, text analysis, or AI. Examine interactions with other managerial roles (CFOs, tax advisors) and corporate governance mechanisms (board independence, analyst monitoring, institutional ownership). Apply advanced models (mediation, moderation, moderated mediation) for stronger validity. Explore emerging economies (Russia, India, Brazil) and ethical issues like CSR and gender diversity at leadership levels for broader insights.Keywords: Corporate Tax Avoidance; Characteristic CEO, Overconfidence CEO; Tax Avoidance