p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdimas Medika
sulfandi S.Ft
ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA EXERCISE DALAM MENINGKATKAN SISTEM IMUN DI ERA PANDEMIC MENCEGAH COVID-19 sulfandi S.Ft
Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Abdimas Medika
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.004 KB) | DOI: 10.35728/pengmas.v2i2.764

Abstract

Abstrak: Banyaknya mahasiswa yang masih belum memahami dan menerapkan bagaimana pentingnya melakukan exercise untuk derajat kesehatan serta membantu seseorang agar tetap bisa beraktivitas. Banyak pilihan exercise yang berkaitan dengan orthopedic untuk meningkatkan derajat kesehatan seseorang. Di situasi pandemi seperti Covid-19 ini, perlu adanya pendekatan untuk meningkatkan pengetahuan publik atas potensi resiko dan ancaman masalah kesehatan sehingga mereka mampu mejaga imun dengan tindakan yang dapat melindungi diri mereka dari bahaya nya penyakit tersebut. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat penting untuk mahasiswa di lingkungan ITKes Wiyata Husada Samarinda, terutama penerapan exercise dalam hal meningkatkan imun seseorang di era pandemic sebagai bentuk pencegahan terhadap Covid-19. Mahasiswa dapat pemahaman tentang derajat kesehatan yang berkaitan dengan orthopedic dan dapat diterapkan secara langsung serta membiasakan diri untuk melakukan aktivitas fisik dan hidup sehat. Kebiasaan perilaku hidup sehat dapat mencegah dan menanggulangi Covid-19. Dengan adanya kegiatan ini mahasiwa mendapatkan pengetahuan hidup sehat secara merata untuk diterapkan masyarakat.
HEALTHY EXERCISE PADA GENERASI MUDA sulfandi S.Ft
Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Abdimas Medika
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.319 KB) | DOI: 10.35728/pengmas.v2i2.765

Abstract

Abstrak: Kelainan pada lutut merupakan kelainan terbanyak dari osteoarthritis knee di ikuti sendi panggul dan tulang belakang. Pilar terapinya terdiri dari non farmakologis (edukasi, terapi fisik, diet, penurunan berat badan), farmakologis (analgetik, corticosteroid lokal, sistemik, kondroprotektif dan biologik), dan pembedahan (Citra, 2001). Selain pemberian analgesic dan corticosteroid rujukan ke Fisioterapi biasanya diberikan modalitas Ultra Sound (US), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan terapi latihan (exercise), pemberian modalitas ini biasanya karena pasien merasakan nyeri yang tidak kunjung hilang serta kekakuan sendinya yang masih tetap ada. Salah satu terapi latihan yang dapat diberikan yaitu proprioceptive exercise. Proprioceptive exercise merangsang sistem saraf yang mendorong terjadinya sistem otot dalam mengontrol sistem neuromuskuler. Proprioceptive exercise umumnya didefinisikan sebagai kemampuan untuk menilai dimana masing- masing posisi ekstremitas berada tanpa bantuan indera penglihatan. Proprioceptive diatur oleh mekanisme saraf pusat dan saraf tepi yang datang terutama dari reseptor otot, tendon, ligamen, dan fascia (Liu, 2013). Untuk mengatasi hal tersebut maka penulis dan tim mengadakan kegiatan pengabdian terhadap masyarakkat mengenai Penerapan proprioception exericise dan self strenghthening exercise pada pasien osteoarthritis.
PENERAPAN CLOSED CHAIN EXERCISE DAN BALANCE EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DAN MENGURANGI RESIKO JATUH PADA PASIEN DEGENERATIF sulfandi S.Ft
Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Abdimas Medika
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.567 KB) | DOI: 10.35728/pengmas.v2i2.766

Abstract

Abstrak: Proses penuaan ditandai dengan adanya penurunan dan perubahan sistem organ. Salah satunya perubahan sistem muskuloskeletal yang terjadi diantaranya adalah penurunan massa otot, penurunan elastisitas dan fleksibilitas dan menimbulkan nyeri. (AYUNANDA, 2014). Akibat dari penurunan sistem muskuloskeletal yang menyebabkan kekakuan persendian, akan dapat mempengaruhi kemampuan fungsional sendi lutut, seperti duduk ke berdiri, naik turun tangga, jongkok dan aktivitas berjalan. Lamanya stres yang dialami khususnya oleh lansia merupakan proses degenerasi yang akan menyebabkan kemunduran dan perubahan pada semua semua sistem. Khususnya perubahan sistem neuromuskular akan mempengaruhi perubahan fungsional otot, yaitu penurunan kekuatan dan kontraksi otot, elastisitas dan fleksibiliatas otot serta kecepatan dan waktu reaksi. Adanya penurunan fungsi. ini mengakibatkan penurunan keseimbangan, termasuk keseimbangan postural (Rahayu and Masitoh, 2013) Untuk menghambat penurunan dan perubahan sistem muskuloskeletal sendi lutut dapat diberikan berupa latihan. Latihan adalah jenis aktivitas fisik yang direncanakan, terstruktur dengan gerakan yang berulang untuk mempertahankan atau memperbaiki kesehatan dan kebugaran jasmani. Salah satu contoh teknik latihan yang dapat dilakukan dalam kasus sendi lutut yakni close chainexercise.