Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kontribusi bahasa daerah, khususnya bahasa Mandar, dalam pengayaan kosakata bahasa Indonesia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kosakata bahasa Mandar yang berpotensi diserap ke dalam bahasa Indonesia, serta mendeskripsikan alur proses penyerapannya. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method) kualitatif dan kuantitatif melalui survei linguistik lapangan dan studi dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan aspek fonologis, morfologis, semantis, dan sosiolinguistik dengan mengacu pada empat kriteria penyerapan: unik, eufonik, seturut kaidah bahasa Indonesia, dan tidak berkonotasi negatif .Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak kosakata bahasa Mandar dari berbagai kategori seperti bangunan, budaya, flora, fauna, hingga tata boga yang layak diserap. Contoh kosakata tersebut antara lain baeq, maraqdia, penja, dan jibuq. Secara fonologis, sebagian besar kosakata memerlukan adaptasi, terutama penggantian bunyi hambat glotal (glottal stop) /q/ atau /?/ menjadi /k/ (misalnya pupuq menjadi pupuk) agar sesuai dengan sistem fonotaktik bahasa Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyerapan kosakata Mandar tidak hanya memperkaya perbendaharaan kata bahasa Indonesia, tetapi juga berfungsi sebagai upaya pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal Mandar.