Masnur Putra Halilintar
Program Studi Teknik Elektro, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Evaluasi Indeks Konsumsi Energi Listrik Di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Hamzah Eteruddin; Aidil Rahman; Masnur Putra Halilintar; Abrar Tanjung
Jurnal Elektro dan Mesin Terapan Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.361 KB) | DOI: 10.35143/elementer.v7i2.5173

Abstract

The Energy Consumption Index (ECI) is the ratio between energy consumption and the building area. In this study, the calculation of used power, energy consumption, and the ECI value for each room was carried out. Based on the results of calculations carried out, the consumption of electrical energy at the Islamic Hospital Ibnu Sina (IHIS) Pekanbaru are 180,718,628 kWh/month, which is quite efficient with a value of 15.1 kWh /m2/ month. Energy Saving Opportunities (ESO) that are carried out are energy management, namely in lighting, air conditioners, and other equipment. After the ESO was carried out, the electrical energy consumption down to 158,902,555 kWh/month (saving 11.68%), electricity consumption for lighting was 16,570,158 kWh/month (12.11%), the electrical energy consumption of air conditioners amounted to 114,162.557 kWh/month (11.193%), and the electrical energy consumption of other equipment amounted to 28,169.84 kWh/month (13.066%). Energy consumption IHIS, Pekanbaru after ESO, is categorized into efficient value ECI of 13.4 kWh / m2/ month (11.258%).
Rekonfigurasi Jaringan 20 kV Feeder Balam Dengan Metoda Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) Di PT. PLN (Persero) Bagan Batu Roberto Simanjuntak; Abrar Tanjung; Zulfahri Zulfahri; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6326

Abstract

Distribution of electrical energy by PT. PLN (Persero) Bagan Batu Rayon is supplied by a 20 kV feeder Balam distribution channel through Bagan Batu Substation. The total length of the Balam feeder network is 85,550 kms, the Balam feeder load to meet electrical energy needs is quite high. So that it causes power losses and voltage drop is quite high. To reduce the occurrence of voltage drop and on bus 10, 11,12,13,14 and 15 with the lowest voltage at the end of the channel reaches 16,7 kV. Analysis with Newton Rapshon method using MATLAB (R2007b) software is used to determine the results of voltage and power loss to be minimized. Based on the results of the discussion on the condition of the lowest voltage of 16.7 kV with an active power of 0.045 MW and reactive 0.121 MVAr on the bus 10.11,12,13,14 and 15. After reconfiguration using Newton Rhapson method with MATLAB (R2007b) software, obtained the lowest voltage of 19.2 kV with an active power of 0.039 MW and reactive power of 0.101 MVAr on the second reconfiguration. The results of the research show that by designing two new channels with the Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) method can find a new configuration that minimizes losses. Active power losses resulting from the new reconfiguration are 0.027 MW and reactive power is 0.092 MVAr.
Analisis Eksitasi Generator Unit 3 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Teluk Lembu PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Pekanbaru Ramadhan; Elvira Zondra; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.7318

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Teluk Lembu merupakan salah satu pembangkit listrik yang terdapat di area Pusat Kota Pekanbaru. Dengan masing-masing unit memiliki kapasitas daya 21,6 MW. Guna peningkatan keandalan sistem maka akan dilakukan analisa eksitasi pada PLTG Teluk Lembu Unit 3 dengan membandingkan analisa arus eksitasi (If) terhadap daya reaktif (Q) dan terhadap tegangan induksi (Ea) yang ditimbulkan. Dalam melakukan penelitian data yang diambil adalah berupa data aktual diambil dari log sheet dan spesifikasi generator. Dari data loghseet harian pada tanggal 01 hingga tanggal 04 bulan Agustus 2020 arus eksitasi yang dirangkum dari nilai arus eksitasi terendah hingga nilai tertinggi dari mulai arus eksitasi terendah 143 A dengan daya reaktif 2,1 MVAr dan arus eksitasi tertinggi 156 A dengan daya reaktif 2,4 MVAr dan hubungan arus eksitasi terhadap tegangan induksi pada arus eksitasi 143 A terdapat tegangan induksi menghasilkan 15,686 kV dan arus eksitasi 156 A menghasilkan tegangan induksi yang lebih tinggi yaitu 15,827 kV. Dengan meningkatnya beban berpengaruh terhadap menurunya tegangan output. Untuk menstabilkan tegangan output maka perlu menaikan arus eksitasi generator.
Analisa Sistem Kelistrikan Gedung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Fajri Aulia Zarni; Usaha Situmeang; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 2 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i2.9606

Abstract

Kapasitas daya listrik di Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad PLN ada tiga yaitu dengan ID No. 181101059392 dengan daya semu 1.730 kVA, daya aktif 1.384 kW, daya reaktif 1.038 kVAr, ID No. 181100147829 dengan daya semu 555 kVA, daya aktif 444 kW, daya reaktif 333 kVAr, ID No. 1811000945963 dengan daya semu 1.385 kVA, daya aktif 1.108 kW sehingga total daya semu 3.670 kVA, daya aktif 2.936 kW, dan daya reaktif 2.202 kVAr. Untuk suplai cadangan dari Diesel Generator ada lima yaitu pada lokasi gedung Utama Perkins 1 daya semu 1.360 kVA, daya aktif 1.088 kW, daya reaktif 816 kVAr, lokasi gedung Central Operation Theatre (COT) Perkins 2 daya semu 1.250 kVA daya aktif 1.000 kW, daya reaktif 750 kVAr, lokasi kantor Instalasi Pemeliharaan Sarana & Prasarana (IPSPRS) Mercy dengan daya semu 800 kVA, daya aktif 640 kW, dara reaktif 480 kVAr, dan lokasi halaman gedung Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) Caterpillar 1 dengan daya semu 455 kVA, 364 kW, daya reaktif 273 kVAr dan Caterpillar 2 dengan daya semu 500 kVA, daya aktif 400 kW, daya reaktif 300 kVAr, sehingga total daya semu Diesel Generator 4.255 kVA, daya aktif 3.492 kW dan daya reaktif 2.619 kVAr. Hasil analisa aliran daya pada ETAP adalah total arus 3981 A, total daya aktif 1993,98 KW, total daya reaktif j1495,32 dan total daya semu 2432,36 KVA. Selisih hasil perhitungan daya aktif dan hasil simulasi Software ETAP sebesar 75,864 kW atau 3,66%. Setelah dilakukan analisa besar pemakaian daya listrik pada gedung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru besar kapasitas daya listrik yang tersedia sangat cukup untuk melayani pemakaian daya listrik tersebut.
Analisis Pemasangan Filter Pasif Untuk Mereduksi Harmonisa Pada Variable Speed Drive Di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Perawang Elvira Zondra; Nofriandi; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 8 No. 1 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v8i1.10030

Abstract

Beban non linier sering digunakan dalam industri sehingga menimbulkan harmonisa dan rendahnya kualitas daya. Salah satunya adalah Variable Speed Drive (VSD) yang mengontrol motor induksi tiga phasa berkapasitas 160 kW yang menggerakkan Green Liqour Pump-2 pada boiler. Hasil pengukuran menunjukkan kandungan harmonisa yang tinggi pada sisi sumber VSD tipe ACS800-07 saat kecepatan motor 1437 rpm. Kandungan harmonisa ditunjukkan oleh IHDI pada orde ke-5, 7 dan 11 dengan rata-rata adalah 38,7%, 15,3% dan 7,2%, dan THDI adalah 42,281%, sedangkan standarisasi IEEE 519-2014 adalah 4%. Salah satu solusinya adalah filter pasif single tuned untuk mereduksi IHDI pada orde ke-5, 7 dan 11, dengan kapasitor (C) 1,406 , dengan induktor (L) masing-masing 0,283 H, 0,144 H dan 0,058 H dan dengan resistor (R) masing-masing 5,6 Ω, 3,998 Ω dan 2,549 Ω, sedangkan koreksi faktor daya 65,745 kVAR. Hasil simulasi filter pasif single tuned menggunakan software MATLAB/Simulink dengan metode sumber arus mampu mereduksi IHDI orde ke-5, 7 dan 11 menjadi 0,24%, 0,07% dan 0,03% dan THDI menjadi 0,61%, dan sudah memenuhi standarisasi IEEE 519-2014. Kinerja filter pasif single tuned dalam mereduksi harmonisa mencapai 98,56%. Filter pasif single tuned dipilih karena lebih efektif dan mudah dalam perawatannya.
Analisis Perhitungan Susut Daya Dan Energi Dengan Pendekatan Kurva Beban Di PT. PLN (Persero) Feeder Kualu Tushalan Samosir; Usaha Situmeang; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 1 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i1.10796

Abstract

Agar ketersediaan energi listrik untuk masyarakat tetap lancar PT. PLN (Persero) senantiasa menjaga dengan memperhitungkan rugi daya listrik dan juga memperhitungkan bagaimana membangun suatu jaringan distribusi dari hulu ke hilir dengan memperhatikan luas penghantar dalam penyalurannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi susut energi pada saluran distribusi JTR PT. PLN (Persero) Pekanbaru Feeder Kualu dan menganalisis seberapa besar susut energi listrik pada saluran distribusi tersebut. Dengan metode kurva beban dapat digambarkan variasi dari pembebanan terhadap suatu gardu yang diukur dengan kW, Ampere, kVA sebagai fungsi dari waktu (dalam kurun waktu tertentu) maka dari perhitungan yang telah dilakukan arus maksimal yang dapat digunakan transformator sebesar 18294,696 A, sedangkan pembebanan transformator sebesar 4,794%, arus pembebanan sebesar 877,04 Ampere, faktor kepadatan beban sebesar 0,405 Ampere, resistansi saluran sebesar 39,841 Ohm, sedangkan resistansi antar tiang dengan nilai 0,0185 Ohm, maka dari data diatas dapatlah kesimpulan yang menyatakan bahwa susut daya di wilayah PT. PLN (Persero) Pekanbaru Feeder Kualu dalam kondisi baik sesuai dengan (SPLN) D3.002-2 tahun 2008.
Desain Dan Analisis Mesin Pencetak Briket Berbasis PLC Pneumatik Widya Lestari; Hamzah Eteruddin; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 10 No. 1 (2025): Sainetin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/8v4wdq37

Abstract

Saat ini persediaan bahan bakar minyak semakin menipis, sehingga diperlukan bahan bakar alternatif untuk menghemat persediaan bahan bakar. Bahan bakar alternatif yang diperlukan sebagai pengganti minyak terbarukan, ramah lingkungan dan ekonomis. Tujuan Mendesain dan menganalisis mesin pencetak briket berbasis Programable Logic Controller (PLC) dengan sistem pemotongan pneumatik dan sistem monitoring menggunakan Human Machine Interface (HMI) agar bisa menganalisis konsumsi energi dengan hasil produksi untuk menghasilkan Briket arang. Tujuan penelitian ini agar mempermudah manusia dalam memonitoring dan mengontrol mesin pencetak briket dan mempermudah pengguna menganalisis konsumsi energi listrik yang dihasilkan pada mesin pencetak briket berbasis PLC pneumatik. Dari hasil penelitian mendesain dan menganalisis mesin pencetak briket berbasis Programable Logic Controller (PLC) dengan sistem pemotongan pneumatik dan sistem monitoring menggunakan Human Machine Interface (HMI). Konsumsi energi dengan bahan briket yang digunakan sebanyak 1 kg, 1,5 kg dan 2 kg yang menghasilkan daya listrik yang mengalir sebesar 74,038 W, 74,0376 W dan 75,461 W maka konsumsi energi yang dihasilkan mesin pencetak briket sebesar 0,0044 kWh, 0,00658 kWh, 0,00947 kWh. Frekuensi 3 Hz menghasilkan daya listrik sebesar ,dan maka konsumsi energi yang dihasilkan mesin pencetak briket sebesar 0,003908 kWh, 0,005648 kWh, dan 0,008251. Sedangkan untuk membuat briket dberbentuk kubus dengan sisi yang sama berukuran 2 cm. frekuensi 3,5 Hz menghasilkan daya listrik sebesar 80,763, 82,189 dan 83,684 maka konsumsi energi yang dihasilkan mesin pencetak briket sebesar 0,00365, 0,004452, dan 0,007439.