I Wayan Sukarma
Universitas Hindu Indonesia Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menjaga Keseimbangan Imun Jasmani dan Rohani pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Batuan I Wayan Sukarma
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 6 No 1 (2021): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 pandemic has broad implications for people's lives in Batuan Village and creates a paradoxical situation. Physical and social restrictions to minimize the risk of epidemic transmission have an impact on the obstruction of various productive activities of the community. This situation emphasizes the importance of maintaining a balance of physical and spiritual immunity so that people can avoid epidemics as well as the negative impacts they cause. The Real Work Lecture Activity - Community Service in Batuan Village indicates a strategic effort to maintain the balance of the community's physical and spiritual immunity. Physical immune strengthening is pursued through various activities to support the implementation of health protocols. Meanwhile, the strengthening of spiritual immunity is manifested by activities to increase the sraddha and devotional service of Hindus. The balance of physical and spiritual immunity is built by creating harmony between humans, the environment, and God
MEMAKNAI BAHASA DAN MEMBAHASAKAN MAKNA DALAM PENULISAN BUKU HINDU I Wayan Sukarma
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 1 No 2 (2018): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.56 KB) | DOI: 10.32795/vw.v1i2.183

Abstract

Agama membuka dan menyediakan wawasan tentang kebenaran iman yang absolut. Dibandingkan dengan kebenaran filsafat yang spekulatif hipotetis, tampaklah kedua macam kebenaran itu paradoks. Bahasa agama yang religius terkesan menguasai pikiran yang rasional, sedangkan bahasa filsafat yang kritis terkesan menguasai pengalaman yang empiris. Padahal, jika dilihat dari kesepasangan dan kesetimbangan, maka agama adalah sisi praktis dari filsafat dan filsafat adalah sisi rasional dari agama. Memadukan kedua bahasa itulah ditawarkan pendekatan ‘teman ngobrol’. Perlakuan bahasa semacam ini dimaksudkan hendak mengurangi ‘beban penulis’ untuk mencapai makna filosofis, tanpa meninggalkan makna agamis. Sederhananya, penulis buku Hindu disarankan memandang teks agama sebagai teman ngobrol agar lebih mudah memahami dan mengapresiasikannya dengan bahasa jurnalistik