Erviana Wulandari
Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Nilai Budi Pekerti Melalui Tradisi Rasulan Gunungkidul Erviana Wulandari
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 2, No 1 (2018): HABITUS:JURNAL PENDIDIKAN, SOSIOLOGI, DAN ANTROPOLOGI
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v2i1.20416

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami penguatan nilai-nilai budi pekerti melalui sosialisasi masyarakat khususnya melalui tradisi Rasulan di Dusun Tegalmulyo, Desa Kepek, Wonosari dan Dusun Jambu, Desa Plajan, Saptosari, Gunungkidul. Penguatan budi pekerti dalam masyarakat dapat terwujud melalui tradisi yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Uniknya, semua masyarakat dapat mempraktikkan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Rasulan yang telah ada sejak dulu hingga sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Dari penelitian yang dilakukan dapat diperoleh hasil bahwa penguatan budi pekerti telah ditanamkan sejak kecil dengan mengenalkan tradisi Rasulan kepada masing-masing individu. Keikhlasan, bersyukur, tanggung jawab, toleransi, dan gotong royong menjadi nilai-nilai yang diajarkan secara tidak langsung melalui serangkaian tradisi Rasulan yang diadakan dalam masyarakat tersebut. Media dalam proses penguatan nilai-nilai budi pekerti yaitu dengan menggunakan perlengkapan tradisi Rasulan yang berupa simbol dan memiliki makna. Pengenalan nilai-nilai tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat tertentu saja melainkan untuk masyarakat umum, baik muda maupun tua.Kata kunci: budi pekerti, nilai, Rasulan, sosialisasi, tradisi