Es dawet adalah jajanan tradisional yang masih banyak diminati masyarakat. Salah satu bahan es dawet adalah santan. Dalam pengolahannya santan dapat terkontaminasi bakteri Staphylococcus aureus. Kontaminasi dapat berasal dari perilaku personal hygiene dan sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku pedagang dan hubungannya dengan cemaran bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah observasional yang dianalisis secara dekriptif dan analitik. Pola perilaku pedagang diidentifikasi melalui pengamatan dan wawancara terbuka. Sedangkan Nilai cemaran bakteri Staphylococcus aureus dilakukan pengujian dengan cawan sebar dan menggunakan media MSA. Hasilnya akan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Fisher menggunakan signifikansi 95%. Sebanyak 16,67% pedagang berperilaku baik, 50% berperilaku cukup baik dan 33,33% berperilaku buruk. Pedagang dengan perilaku buruk kesemuanya memiliki cemaran bakteri Staphylococcus aureus >100 koloni/g dengan jumlah koloni 19,667 x 103 koloni/g santan dan 23,333 x 103 koloni/g santan sedangkan yang berperilaku baik dan cukup baik memiliki nilai cemaran bakteri Staphylococcus aureus <100 koloni/g. Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola perilaku pedagang terhadap cemaran bakteri Staphylococcus aureus. Hal ini ditunjukkan dengan nilai P hasil 0,044<0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara pola perilaku pedagang terhadap nilai cemaran bakteri Staphylococcus aureus.