Klithih adalah kekerasan yang dilakukan remaja berupa penganiayaan terhadap orang lain tanpa motif tertentu. Apakah Klithih merupakan manifestasi dari agresivitas yang tidak mampu dikendalikan remaja? Klithih dapat diidentifikasikan sebagai Agresivitas Antisosial yang tanpa didasari alasan serta melanggar norma dan hukum. Klithih juga dikategorikan sebagai Agresivitas Emosi (hostile aggression) karena dilakukan dengan kebencian. Sejumlah pakar menyatakan bahwa agresivitas tidak selalu bersifat permusuhan, antisosial, dan emosional. Agresivitas Instrumental, Agresivitas Proporsional, dan Agresivitas Sanksi merupakan jenis agresivitas yang tidak bertentangan dengan norma dan hukum. Dibutuhkan kematangan untuk mampu mengungkap agresi, dan menyublimasikannya dari Agresivitas Emosional kepada Agresivitas Proporsional. Kenyataan ini mengungkap bahwa Klithih merupakan manifestasi penyimpangan agresivitas di kalangan remaja berupa kegagalan dalam mengungkapkan agresi dan menyublimasikannya kepada agresivitas yang bersifat positif. Kajian ini menekankan bahwa keluarga merupakan model perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi warga masyarakat yang baik. Keluarga merupakan wahana untuk memberi bimbingan bagi pengembangan perilaku sosial yang dianggap tepat, memberi arah untuk belajar memecahkan masalah, serta memberi bimbingan belajar keterampilan motorik, verbal, dan sosial sebagai bekal penyesuaian diri. Keberfungsian keluarga dan pola hubungan antara orangtua, anak, teman sebaya, serta guru merupakan penopang potensial bagi pembentukan kepribadian anak agar lebih mampu mengungkapkan agresi, dan menyublimasikannya kepada agresivitas yang positif.