Andayani Listyawati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KENYAMANAN PENGGUNAAN ALAT BANTU BAGI PENYANDANG DISABILITAS CONVENIENCE OF USE OF AID TOOL FOR DISABILITIES Andayani Listyawati
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 44 No 2 (2020): Volume 44 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v44i2.2105

Abstract

Abstrak Penyandang disabilitas sebagaimana layaknya warga pada umumnya menginginkan dapat beraktivitas secara mandiri tetapi berbagai keterbatasannya harus menggunakan alat bantu. Kenyataannya tidak semua penyandang merasa nyaman menggunakan alat bantu dengan berbagai alasan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kenyamanan penyandang disabilitas dalam menggunakan alat bantu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, metode pendekatan yang digunakan secara kualitatif, melalui teknik wawancara, FGD (Focus Group Discussion), observasi dan studi dokumentasi, untuk mengungkap data yang selanjutnya dianalisis menggunakan kualitatif interpretative. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tidak semua penyandang merasa nyaman menggunakan alat bantu dengan berbagai alasan, seperti ukuran alat tidak proporsional dengan ukuran tubuh, ukuran alat tidak sesuai dengan ukuran tubuh (tidak proporsional), kualitas bahan alat mudah rusak, sarana dan prasarana aksesibilitas kurang memadai sehingga terkadang alat bantu tidak dipakai.  Rekomendasi ditujukan kepada Kementerian Sosial cq Direktorat Rehabilitasi Sosial agar dalam memberikan alat bantu bagi penyandang disabilitas dilaksanakan asesmen terlebih dahulu untuk mempertimbangkan faktor kesesuaian antara calon pemakai dengan ukuran alat. Selain itu rekomendasi juga ditujukan kepada pemerintah daerah melalui balai rehabilitasi agar mengalokasikan dana untuk membuat bengkel ortopedhi dengan harapan apabila ada kerusakan alat bantu dapat segera ditindaklanjuti. Kata kunci: kenyamanan; alat bantu; penyandang disabilitas AbstractPersons with disabilities as well as citizens in general want to be able to move independently because with various limitations must use tools. In fact, not all people feel comfortable using aids for various reasons. This study aims to determine the comfort of persons with disabilities in using assistive devices. The approach method used is qualitative, through questionnaire techniques, interviews, FGD (Focus Group Discussion), observation and documentation studies to uncover the data which is then analyzed using qualitative interpretative. The results showed that not all people feel comfortable using aids for various reasons, such as the size of the tool is not proportional to body size. Recommendations are addressed to the Ministry of Social Affairs cq the Directorate of Social Rehabilitation so that in providing assistance for persons with disabilities the assessment is carried out first to consider the suitability factor between the potential user and the size of the tool. In addition, recommendations are also addressed to local governments through rehabilitation centers in order to allocate funds to make orthopedic workshops in the hope that if there is damage to aids can be immediately followed up. Keywords: comfort; Device; people with disabilities 
STRATEGI NELAYAN MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUP DI TENGAH JERAT KEMISKINAN Andayani Listyawati
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 5 No 2 (2021): Pemerintahan Untuk Rakyat
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.596 KB) | DOI: 10.47431/jirreg.v5i2.143

Abstract

Strategi Nelayan Mempertahankan Kelangsungan Hidup di Tengah Jerat Kemiskinan merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap factor penyebab kemiskinan dan strategi yang digunakan dalam mempertahankan kelangsungan hidup pada komunitas nelayan tradisional. Adapun lokasi dilaksanakan penelitian di desa Aluh-aluh besar, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantann Selatan. Sumber data diperoleh dengan menggali informasi dari informan menggunakan teknik wawancara dan dilengkapi dengan pengamatan agar diperoleh data secara komprehensif selanjutnya Analisa dilaksanakan secara kualitatif. Hasil penelitian ditemukan faktor yang menyebabkan kemiskinan nelayan dan strategi yang digunakan nelayan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kesimpulan yaitu (1) keterbatasan sumber daya manusia baik yang berwujud tingkat pendidikan yang relatif rendah dan keterbatasan keterampilan dalam penguasaan perkembangan teknologi penangkapan ikan, (2) pandangan nelayan tentang pekerjaan yang sebatas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. (3) keterbatasan kepemilikan sarana dan prasarana alat produksi dan peralatan tangkap ikan. Rekomendasi, (1) masyarakat yang peduli terhadap permasalahan kesejahteraan social nelayan tradisional berkolaborasi dengan pemangku kebijakan untuk mengembangkan seluruh sumber dan potensi serta strategi dalam rangka pengelolaan sumber daya alam di lingkungan dengan tetap memegang budaya setempat. (2) ada regulasi dan peraturan yang lebih berpihak pada nelayan tradisional. (3) dibangun kelembagaan keuangan mikro atau kelembagaan ekonomi bagi nelayan yang dapat dilakukan dengan kerja sama antar instansi terkait.
RINDU SEJAHTERA: WUJUD KEPEDULIAN DALAM PELAYANAN SOSIAL MASYARAKAT Andayani Listyawati
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 6 No 1 (2022): Pemerintahan Daerah dan Desa
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.863 KB) | DOI: 10.47431/jirreg.v6i1.175

Abstract

Pemerintah berkewajiban menangani permasalahan sosial warga masyarakat namun berbagai keterbatasan, maka diperlukan peran masyarakat untuk terlibat aktif membantu. Kepedulian masyarakat lokal sangat dibutuhkan ikutserta membantu menangani permasalahan sosial terutama di lingkungan sekitar tempat tinggal. Sebagaimana wujud kepedulian salah seorang warga membentuk kelompok sosial Rindun Sejahtera bertujuan memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat. Dalam hal ini adalah perempuan ibu rumahtangga yang mempunyai keterbatasan sosial ekonomi atau disebut perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE) supaya memperoleh kesejahteraan. Rindu Sejahtera: Wujud Kepedulian dalam Pelayanan Sosial Masyarakat merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang memaparkan kepedulian seorang warga dalam memberi pelayanan sosial kepada perempuan ibu rumah tangga rawan sosial ekonomi. Penelitian dilaksanakan di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. Data penelitian ini adalah data primer didapat menggunakan teknik wawancara dengan panduan, observasi, dan data sekunder diperoleh dari dokumen atau informasi dari media elektronik. Hasil penelitian memperlihatkan Rindu sejahtera merupakan kelompok sosial yang diinisiasi dan dibentuk oleh seorang warga masyarakat dalam memberikan pelayanan sosial kepada ibu rumah tangga PRSE untuk meningkatkan kesejahteraan. Kesimpulan (1) wujud kepedulian masyarakat dalam memberikan pelayanan sosial terhadap ibu rumah tangga yang merupakan PRSE dilaksanakan dalam bentuk mendayagunakan peran ibu rumah tangga dalam mengelola sumber potensi lokal melalui usaha ekonomi produktif. (2) Rindu Sejahtera merupakan kelompok sosial yang terlibat menangani permasalahan sosial ditingkat lokal. Rekomendasi ditujukan kepada (1) Masyarakat, lebih tumbuh kepedulian dalam ikut serta menangani permasalahan sosial, terutama di lingkungan tempat tinggal secara individu atau kelompok(2) Menjalin kolaborasi dalam upaya penanganan permasalahan sosial melibatkan instansi, dunia usaha atau lembaga sosial yang peduli dan berkompeten dalam penyelenggaraan pelayanan sosial kepada masyarakat yang mempunyai keterbatasan sosial ekonomi.