Suryani Suryani
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial. Kementerian Sosial RI Jln. Kesejahteraan Sosial No 1 Sonosewu, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pelestarian Budaya Lokal dalam Menjaga Kesetiakawanan Sosial Suryani Suryani; Akhmad Purnama
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 42 No 2 (2018): Volume 42 Nomor 2 Agustus 2018
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v42i2.2245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelestarian budaya lokal dalam rangka menjaga kesetiakawanan sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan telaah dokumen. Sumber data lima orang terdiri dari ketua karang taruna, ketua dan anggota paguyuban karawitan, ketua Tim Penggerak PKK, dan Kepala Urusan Pembangunan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif model Miles dan Hubermann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dalam melestarikan budaya lokal antara lain dengan upaya generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan budaya peninggalan nenek moyang. Generasi muda mempelajari budaya bukan hanya sekedar mengenal tetapi juga mempraktekan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat menyelenggarakan pertunjukkan budaya lokal antardusun dengan tujuan untuk melestarikan dan menanamkan nilai-nilai kesetiakawanan sosial di kalangan generasi muda. Para pemuda berpartisipasi dalam berbagai pertunjukkan  dengan mengikuti lomba menari tarian daerah, berpartisipasi mementaskan budaya tradisional pada acara perayaan hari ulang tahun kemerdekaan, mengadakan pementasan kethoprak dengan tema nilai perjuangan dan mengikuti kirab budaya.  Berbagai kegiatan tersebut bertujuan agar generasi penerus memiliki kecintaan pada budaya lokal sehingga tidak musnah dan tetap dapat bertahan. Oleh karena itu, diharapkan agar nilai kesetiakawanan sosial dan budaya lokal menjadi salah satu materi pembelanjaran bagi siswa dan dimasukkan dalam kurikulum pelajaran di sekolah. Rekomendasi ditujukan kepada Kementerian Sosial melalui Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, dan Kesetiakawanan Sosial agar meningkatkan  berbagai kegiatan yang  bertujuan untuk menumbuhkan dan menanamkan rasa kesetiakawanan sosial,  dengan upaya melestarikan budaya lokal yang memang sudah dimiliki dan diwariskan oleh para leluhur, sehingga tetap bertahan dan menjadi warisan budaya yang tinggi nilainya.