Sunit Agus Tri Cahyono
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS). Kementerian Sosial RI Jl. Kesejahteraan Sosial No. 1 Sonosewu, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bertahan Hidup di Bawah Bayang-Bayang Bencana Kemampuan Kampung Siaga Bencana (KSB) dalam Penanganan Korban Bencana Alam Sunit Agus Tri Cahyono
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 42 No 1 (2018): Volume 42 Nomor 1 April 2018
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v42i1.2252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan masyarakat yang tergabung KSB dalam merespons dan melakukan penanganan korban bencana alam. Mengidentifikasi sejumlah faktor penentu kemampuan KSB dalam merespon dan melakukan tindakan penanganan korban bencana alam. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Desa Sukomulyo dan Bendosari, Kabupaten Malang. Informan dalam penelitian adalah pengurus/anggota KSB.Teknik pengumpulan data menggunakan wawaancara, observasi, dan telaah dokumen. Data penelitian yang telah dikumpulkan dari informan dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif sebagaimana dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dibalik kemampuan respon dan tindakan yang baik dalam mengelola logistik, penanganan korban  bencana, dan membangun kemitraan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada setiap fase. Ditemukan sejumlah keterbatasan yang berkait dengan diklat kebencanaan, kelengkapan logistik, sarana dan prasarana (peralatan) komunikasi dan transportasi untuk penyaluran bantuan, serta pendampingan sosial-psikologis (trauma healing) bagi korban bencana.  Sejumlah faktor penentu yang berperan terhadap kemampuan KSB Sukosari dalam merespon dan mengambil tindakan penanganan korban bencana alam antara lain: pemahaman anggota KSB tentang bencana dan manajemen bencana, partisipasi masyarakat, dan dukungan operasional termasuk penyediaan sarana-prasarana fisik gardu sosial dan lumbung sosial, sangat membantu keberlangsungan pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana. Pelibatan kelompok rentan dan berkebutuhan khusus pada setiap fase bencana, peningkatan kapasitas SDM  pada materi pra dan pasca bencana, dan trauma healing, serta dukungan operasional logistik, sarana dan prasarana (komunikasi dan transportasi) penanggulangan bencana alam yang layak bagi KSB, merupakan rekomendasi yang diajukan dalam penelitian ini.