Istri nelayan pada hakikatnya merupakan potensi yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Posisi istri sebagai ibu rumah tangga dapat ditingkatkan fungsinya sebagai pencari nafkah. Kondisi iklim dan hasil tangkapan yang tidak menentu, memicu nelayan harus menyesuaikan dengan kondisi pendapatan. Realitas tersebut menuntut dukungan istri dalam pendapatan rumah tangga. Penelitian dilakukan untuk mengetahui dukungan istri nelayan dalam perekonomian keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-qualitatif. Lokasi penelitian di Kalurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Data diperoleh melalui teknik wawancara, pengamatan, dan telaah dokumen. selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa nelayan dalam kategori usia muda, tingkat pendidikan menengah-rendah, dan berpenghasilan per bulan relatif terbatas yaitu antara Rp 701.000 sampai dengan Rp 1.000.000,-. Â Kondisi tersebut mendukung istri nelayan untuk ikut membantu di bidang ekonomi keluarga dengan bekerja, seperti membuka warung sembako, beternak ayam, mengolah ikan dan buruh. Kesimpulan: dukungan istri baik dari memelihara ayam, membuka warung sembako, menjual hasil tangkapan ikan, maupun menjadi buruh berupa tambahan materi yang diperoleh berkisar Rp 200.000,- sampai dengan Rp 250.000,-. per bulan. yang diperoleh akhirnya mampu menambah daya tahan ekonomi rumah tangga nelayan. Rekomendasi ditujukan kepada Kementerian Sosial dan instansi terkait untuk secara bersama menyusun kebijakan sosial yang mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi keluarga nelayan melalui bimbingan dan pelatihan keterampilan usaha ekonomi produktif untuk istri nelayan.