Tateki Yoga Tursilarini
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Kementerian Sosial RI, Jl Kesejahteraan Sosial No. 1 Sonosewu, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Kekerasan Seksual di Ranah Domestik Terhadap Keberlangsungan Hidup Anak Tateki Yoga Tursilarini
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 41 No 1 (2017): Volume 41 Nomor 1 April 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v41i1.2277

Abstract

Fakta menunjukkan semakin meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di ranah domestik. Ranah domestik/keluarga seharusnya merupakan tempat yang aman dan nyaman bagi anak, dalam kenyataannya menjadi tempat mendapatkan kekerasan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dampak kekerasan seksual ranah domestik terhadap keberlangsungan hidup anak. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan studi kasus. Informan utama adalah korban dan informan lain adalah orangtua, dan lembaga perlindungan anak. Teknik analisis kualitatif yaitu menyajikan data dengan menarasikan, dan menginterpretasikan data. Temuan penelitian, dampak bagi anak korban kekerasan seksual menyebabkan, emosi tidak stabil; cenderung diam, tidak mau keluar rumah; depresi, ketakutan, cemas; suka melamun; malu dan minder; putus sekolah; diasingkan oleh keluarga; diasingkan tetangga; keberlangsungan hidup keluarga dan korban terganggu; dan kejelasan status anak hasil inses; anak yang dilahirkan mengalami kelainan fisik dan psikis.Saran, pencanangan darurat inses dengan pendekatan melalui agama menjadi mendesak untuk segera diwujudkan, karena selama ini para tokoh maupun ulama belum memusatkan perhatian terhadap persoalan kekerasan inses. Kejelasan status hukum anak hasil inses, aturan agar korban tetap melanjutkan sekolah, pengembangan keterampilan untuk penguatan potensi diri korban agar mandiri, perlindungan, dan jaminan sosial bagi anak hasil inses dan korban.Â