Fatwa Nurul Hakim
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan pelayanan Kesejahteraan sosial (B2P3KS) Kementerian Sosial RI. Jl . Kesejahteraaqn Sosial No.1 Sonosewu Yogyakarta Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Retrospeksi Model Pengembangan Manusia di Daerah Pedalaman Pegunungan dan Perbatasan Papua – Papua Nugini Pranowo Pranowo; Fatwa Nurul Hakim
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 41 No 1 (2017): Volume 41 Nomor 1 April 2017
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v41i1.2278

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan retrospeksi kondisi daerah, model pengembangan manusia di daerah pedalaman pegunungan dan perbatasan Papua-PNG pelayanan sosial dengan pendekatan pemberdayaan komunitas adat terpencil. Lokasi penelitian ditentukan secara purposif di Lembah Baliem, Pegunungan Tengah, Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Distrik Astro Timur, Kabupaten Keerom. Pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dan informan yang dipilih adalah orang yang dianggap mengetahui dan dapat member informasi terkait dengan tujuan penelitian. Selain itu, observasi dan telaah dokumen juga dilakukan untuk memperkuat data primer hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan manusia di daerah pedalaman pegunungan dan perbatasan Papua-PNG belum berjalan secara maksimal, dan dari aspek pengembangan manusia belum menyeluruh kehidupan kesejahteraan di daerah pedalaman hal ini disebabkan sebagian besar daerah di Papua, termasuk yang ada di perbatasan berupa pegunungan, pembangunan infrastruktur belum sepenuhnya dapat mengatasi keterpencilan, sehingga masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pedalaman/terpencil belum secara maksimal tersentuh pengembangan manusia. Oleh sebab itu perlu peningkatan pemberdayaan, dan pembangunan kesejahteraan sosial yang integral dengan bidang lain, dan model pemberdayaan (KAT) lebih ditingkatkan pada pengembangan manusia