Salah satu asset penting yang dimiliki oleh perusahaan, baik perusahaan jasa maupun perusahaan industri adalah perusahaan. Keberhasilan dan kemunduran perusahaan tidak lepas dari kinerja karyawan dan budaya organisasi perusahaan. Untuk meningkatkan kinerja karyawan maka perlu juga adanya peningkatan budaya organisasi. Dalam mengembangkan perusahaan, orang sering terfokus pada bagaimana mengembangkan usaha itu, sedangkan tentang pengelolaan sumber daya manusia tidak diperhatikan. Seorang pimpinan yan baik tentunya akan menciptakan lingkungan yang nyaman dan memotivasi karyawan dengan tujuan agar kinerja karyawannya dapat meningkat. Budaya organisasi di perusahaan merupakan faktor penting seperti upaya manajer menciptakan lingkungan yang nyaman demi meningkatkan kinerja karyawannya.Metode dalam penelitian ini adalah penelitian survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan eksplanatif, yaitu untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesis.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan yang berjumlah 50 orang. Metode pengambilan sampel adalah Nonprobability Sampling dengan tekhnik sampling jenuh, dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel (penelitian populasi).Untuk mendapatkan data komprehensif, maka digunakan angket (kuesioner) sebagai sumber data primer. Observasi dan dokumentasi sebagai sumber data sekunder.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara parsial menunjukkan bahwa variabel inovasi menunjukkan bahwa memberi pengaruh paling dominan. Sedangkan variabel komunikasi dan hubungan sosial secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan.