Mara Maswahenu
Departemen Lingkungan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BIOAKUMULASI LOGAM PADA TANAMAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU DI DAERAH REKLAMASI TIMBUNAN BATUAN PENUTUP TAMBANG BATU HIJAU, SUMBAWA BARAT Arie Dwika Rahmandhana; Annisa Farhiah Wahdah Hamid; Rissa Anungstri; Mara Maswahenu
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.259

Abstract

Kegiatan reklamasi di Tambang Batu Hijau dilakukan bersamaan dengan kemajuan penambangan sesuai dengan kaidah pertambangan yang baik serta untuk memenuhi peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Kegiatan revegetasi dilakukan dengan penanaman area reklamasi dengan berbagai jenis tumbuhan asli Batu Hijau sehingga nantinya tersusun komposisi vegetasi dengan jenis yang beragam, baik jenis tumbuhan penghasil kayu (timber tree) maupun jenis tumbuhan produk non kayu (non-timber forest product). Kandungan logam dalam bahan pangan dikategorikan sebagai cemaran logam. Tingkat cemaran logam dalam bahan pangan dari tanaman diduga dipengaruhi oleh media tanah tempat tumbuh dan jenis tanaman itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah menghitung nilai faktor bioakumulasi atau Bioaccumulation Concentration Factor (BCF) pada 3 jenis bahan pangan dari produk non kayu yaitu kemiri, rebung dan rotan. Penelitian ini menggunakan 15 sampel tiap jenis bahan pangan dan 15 sampel tanah yang masing-masing berasal dari daerah reklamasi Batu Hijau dan daerah kontrol. Parameter analisis yaitu total logam yaitu As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg, Mo, Ni, Se dan Zn. Hasil analisis tanah menunjukkan bahwa terdapat 3 konsentrasi logam tertinggi di reklamasi yaitu Cu, Zn, Cr, sedangkan pada kontrol adalah Zn, Cu, Cr. Pada Kemiri, kandungan Cu dan Zn ditemukan lebih tinggi di area kontrol, pada tanaman rotan kandungan Cu dan Zn terukur lebih rendah di reklamasi, sedangkan pada logam Cu, Mo, Ni, dan Zn terdeteksi lebih rendah pada area reklamasi dibandingkan area kontrol. Logam As, Cd, Pb, dan Hg pada area reklamasi terdeteksi lebih tinggi dibandingkan area kontrol. Hasil perhitungan BCF di daerah reklamasi antara 0,001 – 0,147 yang dikategorikan sebagai akumulasi rendah. BCF paling tinggi di area reklamasi maupun di hutan alam adalah logam Se. Analisis ANOVA one-way dilakukan untuk mengetahui perbedaan kandungan logam bahan pangan antara area reklamasi dengan hutan alam. Hasil uji ANOVA one-way pada semua logam menghasilkan nilai signifikansi 0.05 yang berarti terdapat perbedaan kandungan tiap logam yang signifikan di area reklamasi dan kontrol. Ketiga jenis tanaman pangan memiliki kandungan logam Cu dan Zn yang melebihi batas maksimal baik di area reklamasi maupun kontrol.