AbstrakDesa Tempursari merupakan salah satu desa di kabupaten Madiun daerah rawan banjir karena pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya yang menyebabkan banjir dan pendakwah berperan untuk mengajak warga untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan ini merupakan dakwah berbasis lingkungan hidup ini sekaligus sebagai reaktualisasi dari ajaran Islam yang diwariskan, seiring dengan kompleksitasnya permasalahan lingkungan hidup dan berbagai masalah sosial. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui implementasi dakwah berbasis lingkungan hidup melalui metode dakwah persuasif dan partisipatif ini merupakan studi kasus yang menggunakan metode dekskriptif kualitatif, data yang diperoleh melalui wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara implementatif dakwah berbasis lingkungan hidup di desa Tempursari melalui dakwah bil al-Lisan dan dakwah bil al-Hal. Selanjutnya seorang pendakwah melakukan transformasi melalui dakwah interaktif dalam kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) untuk merealisasikan dalam bentuk keteladanan langsung. Dakwah partisipatif yang diurai dalam bentuk (1) Menjaga Kebersihan Lingkungan, (2) Membuat Tungku Pembakaran Sampah (3) Gerakan Peduli Lingkungan.Kata Kunci : Da'i, Dakwah, Peran Da’i, Kelestarian Alam. AbstractTempursari Village is one of the villages in Madiun district which is prone to flooding due to improper disposal of garbage which causes flooding and the role of preachers to invite residents to be more aware of the importance of protecting the environment. , along with the complexity of environmental problems and various social problems. The goal to be achieved is to determine the implementation of environment-based da'wah through persuasive and participatory da'wah methods. This is a case study using a qualitative descriptive method, the data obtained through interviews, observation and documentation. The analysis used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. In implementative environmental-based preaching in the village of Tempursari through preaching bil al-Lisan and preaching bil al-Hal. Furthermore, a preacher performs a transformation through interactive da'wah in Focus Group Discussion (FGD) activities to realize it in the form of direct modeling. Participatory da'wah is described in the form of (1) Maintaining Environmental Cleanliness, (2) Making Waste Burning Stoves (3) Environmental Care Movement.Keywords : Da'i, Da'wah, the Role of Da'i, Nature Conservation.