Pengolahan kualitas air merupakan tahap terpenting dan terakhir dalam rangkaian proses pengelolaan limpasan air tambang. Proses pengolahan kualitas air secara konvensional yang pengoperasiannya bergantung pada manusia kerap sulit dikontrol konsistensinya dalam penerapan di lapangan. Aktivitas pembubuhan bahan kimia dilakukan dengan metode yang beraneka pada tiap lokasi sehingga sulit diciptakan komunikasi yang efisien untuk menyesuaikan input data kualitas dan kuantitas air dengan jumlah bahan kimia yang perlu dibubuhkan. Didukung dengan perubahan konfigurasi kolam pengendap titik penaatan di area penambangan PT Kaltim Prima Coal (KPC), aplikasi teknologi instrumen automated water sampling and chemical dozing sangat memungkinkan untuk diterapkan.Unit pengolahan kualitas air otomatis terdiri dari alat pengukur kuantitas dan kualitas air otomatis, pusat kontrol, dan pembubuh otomatis. Data debit dan kulitas air dianalisa oleh alat ukur otomatis sebagai data input pengolahan yang selanjutnya akan dikirimkan secara realtime ke pusat kontrol. Perintah tersebut dilanjutkan kepada perangkat pembubuh otomatis untuk membubuhkan bahan kimia sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. Data pemakaian bahan kimia akan tersimpan dalam memori perangkat dan dapat diambil ketika dibutuhkan. Data berguna sebagai fungsi evaluasi proses pengolahan. Untuk penyempurnaan proses, instalasi baffled channel diaplikasikan setelah titik pembubuhan untuk memaksimalkan keefektifan proses pencampuran bahan kimia dengan air yang diolah.Penerapan dan integrasi sistem konfigurasi kolam, baffled channel, dan instrumen otomatis dapat meningkatkan efisiensi pengolahan. Ketepatan data kuantitas dan kualitas air menghasilkan jumlah penggunaan bahan kimia yang tepat dan mengeliminasi faktor kesalahan manusia yang kerap ditemukan pada pengolahan secara konvensional. Kontinuitas pembubuhan bahan kimia dapat diandalkan tiap saat selama 24 jam dan dapat dimonitor secara realtime oleh para pemangku kepentingan.