Proses peledakan akan menghasilkan batuan yang terberai menjadi fragmentasi. Sehingga, memiliki kemungkinan terjadinya resiko fragmentasi seperti ukuran boulder, maka proses loading dan produktivitas alat dapat terganggu. Perusahaan PT XYZ memiliki target fragmentasi boulder (≥ 100 cm) yaitu 20 %. Data yang diambil di PT XYZ difokuskan pada Pit Y dan dibagi menjadi 2 area, dikarenakan terdapat perbedaan struktur geologi dalam 1 pit. Dari 30 kali data peledakan yang telah dikumpulkan, dilakukan proses image analysis menggunakan software split desktop terhadap foto fragmentasi untuk mendapatkan ukuran aktual. Sehingga, didapatkanlah ukuran fragmentasi boulder lebih dari 20 % dalam tiap kali kegiatan peledakan. Rock Engineering System (RES) merupakan sebuah metode yang dapat meminimalisir resiko yang terjadi dari desain atau model yang telah dibuat di dalam berbagai kasus di dunia pertambangan, salah satunya untuk mengurangi resiko fragmentasi. Penelitian ini menggunakan 10 parameter yang mempengaruhi fragmentasi. Prediksi fragmentasi dalam penelitian ini juga menggunakan metode Kuz Ram dan Cunningham (2005) sebagai data pembanding. Untuk memvalidasi metode yang telah digunakan, maka akan dianalisis koefisien korelasi (R2) dan Root Mean Square Error (RMSE) antara ukuran aktual dengan metode prediksi.Penenlitian ini menggunakan metode evaluasi deviasi geometri peledakan dan analisis statistik. Sehingga, didapatkanlah nilai R2dengan hubungan sangat kuat yaitu 0.97 (area 1) dan 0.88 (area 2), nilai RMSE yang rendah yaitu 24.31 (area 1) dan 10.78 (area 2) dengan menggunakan model RES.