Muhammad Thariq Azis Faisal
Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pentingnya Teknologi Gasifikasi Dalam Mendukung Kebijakan Peningkatan Nilai Tambah Batubara di Indonesia Muhammad Thariq Azis Faisal
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.239

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah sumber daya batubara. Menurut data dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sumber daya serta cadangan batubara di Indonesia pada tahun 2020 masing-masing adalah sebesar 143,73 miliar ton dan 38,81 miliar ton. Sumber daya dan cadangan tersebut didominasi oleh batubara berperingkat rendah hingga sedang (Badan Geologi, 2020). Sementara itu, penggunaan batubara dalam lingkup domestik didominasi sebagai batubara termal yang digunakan untuk keperluan bahan bakar di PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Batubara juga digunakan pada bidang industri lain seperti pabrik semen, pabrik tekstil, pabrik baja, maupun smelter yang tentunya dengan jumlah yang lebih sedikit. Namun, penggunaan batubara secara non-konvensional seperti teknologi gasifikasi maupun pencairan dalam skala besar industri masih belum diterapkan. Padahal, penggunaan batubara secara non-konvensional menjadi pilihan yang cukup menarik guna mendukung kebutuhan akan energi nasional. Seperti yang kita ketahui, penggunaan batubara termal secara konvensional juga selalu memperoleh penolakan, terutama dalam hal yang menyangkut isu lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan batubara secara non-konvensional menjadi tantangan dan peluang yang perlu dikembangkan kedepannya (Widayat et al., 2021).