Baharuddin Fahmi
Geologist PT. Kutai Energi,

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

THE DEVELOPMENT CHARACTERIZATION AND DISTRIBUTION OF COAL SEAM IMPLICATION FOR THE QUALITY VARIATION IN PIT PUNTADEWA, MUARA JAWA FIELD, EASTERN KALIMANTAN Widi Kurniawan; Baharuddin Fahmi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.218

Abstract

Lapisan batubara di cekungan Kutai memiliki karakteristik yang menarik untuk dikaji, terutama di Formasi Pulaubalang. Endapan sedimen pada masa Eosen Tengah dipengaruhi oleh pola struktur yang berkembang pada masa Paleogen - Neogen serta stratigrafi itu sendiri, yang berimplikasi pada pola distribusi dan kontinuitas yang bervariasi. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kendala dalam kegiatan eksplorasi batubara, terutama pada permodelan batubara. Makalah ini akan mengungkapkan bahwa pola distribusi dan kontinuitas lapisan batubara dapat berubah meskipun dalam jarak yang dekat. Data terpadu berupa data penampang stratigrafi terukur, survei topografi, data kualitas terdekat digunakan untuk membangun model geologi berupa karakteristik perkembangan dan sebaran lapisan batubara. Pada wilayah penelitian ini difokuskan pada empat lapisan batubara (seam A1, seam A2, seam A3 dan seam A4). Berdasarkan hasil studi, rangkaian lapisan tersebut diendapkan dalam Satuan Batulempung Formasi Pulaubalang. Fasies sedimen strata lapisan batubara adalah batulempung berlapis selingan dengan batubara. Fasies ini berkembang menjadi endapan rawa yang dipengaruhi oleh dataran banjir. Lapisan tersebut termasuk dalam nilai batubara yang tinggi berkisar antara 5,926 – 6,365 cal/g (adb) dan 7,441 – 7,498 cal/g (daf). Selanjutnya, geometri batubara dikontrol oleh sedimentasi dan struktur geologi. Ketebalan lapisan relatif sama tetapi di beberapa area berkembang sisipan pengotor, pembelahan lapisan serta sesar yang membatasi kemenerusan lapisan batubara. Dengan mengetahui kondisi geologi, metode ini dapat diterapkan dalam membantu strategi pengembangan pertambangan baik pemodelan geologi maupun estimasi sumberdaya dan cadangan.