Edo Syawaludin
Unit Produksi Kundur, PT. Timah Tbk

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS INVESTASI DAN KELAYAKAN EKONOMI METODE OFFSHORE BOREHOLE MINING (BHM) LAUT XXX Edo Syawaludin; Satrio Agung Nugroho; Muhamad Nasir Lukman; Wahyu Vian Pratama
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.168

Abstract

Timah adalah salah satu logam yang masih dibutuhkan oleh industri manufaktur. Dengan total cadangan sebesar 377.584 ton (PT. Timah Tbk 2017) setara dengan 60% dari total cadangan Asia Tenggara. Tetapi penambangan mineral kasiterit, pembawa logam timah, di darat dengan metode tambang terbuka semakin sulit dilakukan karena lahan yang semakin sempit dan semakin marak aktifitas penambangan illegal. Oleh karena itu, penambangan di lepas pantai dengan metode baru menjadi opsi yang lebih baik. Metode tersebut adalah Borehole Mining yang akan menggantikan penambangan timah dengan Kapal Isap Produksi (KIP) dan Kapal Keruk (KK). Penelitian ini merupakan kajian awal metode Borehole Mining lepas pantai dengan melihat dari sisi faktor ekonomi. Pada analisis ekonomi, variabel yang digunakan adalah kadar minimal mineral kasiterit yang di tambang (0,5 kg/m3, 0,7 kg/m3, 0,9 kg/m3, dan 1,1 kg/m3) dan skema kepemilikan kapal BHM (membangun atau sewa). Pada analisis dari faktor ekonomi memperlihatkan bahwa skema sewa secara umum mempunyai nilai net present value (NPV) yang lebih besar dibandingkan dengan skema membangun kapal BHM sendiri. Skema yang terbaik degan sistem sewa terdapat pada kadar sebesar 0,9 kg/m3 menghasilkan NPV Rp. 557.648.871 dengan operasi selama 3 tahun, payback period sekitar 0,9 tahun, dan interest rate of return (IRR) sebesar 43%.