Wahyu Nusantara Akbar
Prodi Teknik Pertambangan, UPN “Veteran” Yogyakarta,

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESTABILAN LERENG METODE Q-SLOPE, KESETIMBANGAN BATAS DAN PROBABILITAS LONGSOR PADA TAMBANG ANDESIT Wahyu Nusantara Akbar
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.203

Abstract

Kegiatan penambangan di lokasi penelitian sudah memasuki tahap penutupan tambang sehingga membentuk lereng-lereng akhir yang terdiri dari 4 lereng tunggal dengan tinggi lereng keseluruhan sebesar 65 m dan sudut kemiringan lereng keseluruhan sebesar 62° yang belum diketahui kestabilan-nya. Lereng akhir penambangan yang ditinggalkan memiliki bidang diskontinu sehingga dapat mempengaruhi potensi adanya longsor berdasarkan analisis kinematika. Pemetaan geoteknik dilakukan pada setiap lereng tunggal dengan metode line mapping (Priest Hudson, 1973). Sifat material properties batuan sebagai parameter masukan dalam analisis kestabilan lereng diketahui berdasarkan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik di laboratorium. Analisis tingkat kestabilan lereng berdasarkan potensi longsor yang dapat terjadi dilakukan dengan metode empiris Q-Slope (Bar Barton, 2015), metode analitis kesetimbangan batas (Hoek Bray, 1981) dan analisis statistik probabilitas longsor yang dilakukan dengan metode Monte-Carlo. Berdasarkan analisis kinematika diketahui potensi longsor yang terjadi pada lereng aktual adalah potensi longsor bidang pada lereng tunggal 1 2, potensi blok baji yang tidak dapat runtuh pada lereng tunggal 3 dan potensi blok baji yang dapat runtuh pada lereng tunggal 4. Hasil analisis kestabilan lereng dengan metode Q-Slope diketahui bahwa lereng dalam keadaan stabil dengan nilai sudut maksimal Q-Slope lebih besar dari nilai sudut lereng aktual (βQ-Slope ˃ βLereng). Tingkat faktor keamanan (FK) metode kesetimbangan batas dan probabilitas longsor (PL) metode Monte Carlo pada setiap lereng tunggal menggunakan geometri lereng aktual dan geometri lereng Q-Slope diketahui dalam keadaan yang stabil baik dalam kondisi kering dan kondisi terisi air penuh karena memenuhi kriteria penerimaan dengan nilai faktor keamanan (FK) ≥ 1,1 dan probabilitas longsor (PL) ≤ 37,5% sesuai dengan peraturan pada Kepmen ESDM nomor 1827 K/30/MEM/2018.