Lilik Ismawati
Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Arah Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Gumuk di Kabupaten Jember Jawa Timur: Keselarasan Teknologi Eksplorasi, Pengelolaan dan Wawasan Lingkungan Lilik Ismawati
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.235

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu dari dua kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki kiri khas kekayaan alam berupa Gumuk bahkan sampai dijuluki kota “1000” Gumuk (bukit kecil), sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar 1b. Gumuk merupakan suatu fenomena geologi yang sangat unik dan penting untuk ditelaah lebih lanjut keberadaannya. Gumuk Jember terbentuk dari aliran lava yang kemudian tertutup oleh material vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Raung dan akibat pelapukan/erosi serta kegiatan tektonik dari mammock Raung (Khoiriyah, dkk. 2019). Jenis material penyusun gumuk diantaranya tanah urug, pasir, batu padas, batu pondasi, coral, batu pedang dan batu piring (Aprilian, 2020). Menurut Saisabela (2017) Tercatat jumlah Gumuk pada tahun 2012 di kabupaten jember sebanyak 1.670 buah sudah terinventarisir dan 285 buah belum terinventarisir. Beberapa gumuk diantaranya telah di eksploitasi (ditambang) untuk diambil material penyusunnya atau dibuat lahan pertanian/pemukiman. Hal itu berdampak buruk bagi masyarakat sekitar gumuk seperti cuaca lebih panas, sering terjadi kekeringan, erosi, banjir, angin kencang, perubahan iklim mikro, terjadi penurunan jumlah mata air, penurunan keanekaragaman hayati, hutan kota semakin sedikit, penurunan jumlah populasi hewan penghuni gumuk; burung hantu, capung, musang, dan lain sebagainya