Bahrur Rosyid
UIN MATARAM

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH ANJURAN PEMERINTAH MENUJU KOPERASI JASA KEUANGAN SYARI’AH (KJKS) TERHADAP PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI DI KOTA MATARAM Bahrur Rosyid
IQTISHADUNA Vol. 8 No. 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.888 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v8i1.360

Abstract

Pembangunan koperasi dapat diartikan sebagai proses perubahanyang menyangkut kehidupan perkoperasian Indonesia dengan tujuanpembangunan koperasi di Indonesia adalah menciptakan keadaanmengurus masyarakat khususnya anggota koperasi agar mampu berdirisendiri (self help). Seluruh payung hukum yang memberikan aturan dalamaktivitas koperasi menegaskan bahwa koperasi merupakan lembagakeuangan yang bergerak di sektor mikro untuk mendorong kekuatanekonomi mikro agar dapat berkembang menjadi lebih baik. Hal ini semakinditegaskan, bahwa koperasi hadir untuk membantu dan mensejahterakananggotanya, sehingga jawaban semua itu Pemerintah dalam hal iniKementrian Koperasi dan UMKM menganjurkan digalakkan KoperasiJasa Keuangan Syari’ah (KJKS). Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS)sering diberikan harapan yang lebih besar dari masyarakat. Selain karenafaktor pengelolaan yang berdasarkan prinsip syariat, serta keramahan dankenyamanan dalam pelayanan, pengelola Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah(KJKS) mampu memberikan keyakinan spiritual lebih kepada masyarakatbahwa dana yang diberikan oleh masyarakat dapat dikelola dengan baik,jujur, adil dan amanah. Namun, masih ada permasalahan lain yang dapatmengganggu aktivitas Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS), jika tidakdiantisipasi dengan baik.
PEMUDA SEBAGAI TULANG PUNGGUNG PERUBAHAN DALAM UPAYA MENANGKAL PAHAM RADIKALISME STUDI DI LINGKUNGAN GEGUTU TIMUR, REMBIGA, SELAPARANG KOTA MATARAM Bahrur Rosyid
IQTISHADUNA Vol. 8 No. 2 (2017): Desemeber 2017
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.872 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v8i2.395

Abstract

Dalam kaidah bahasa Qurani pemuda atau yang disebut “asysyabab”didefinisikan dalam ungkapan sifat dan sikap seperti: 1). beranimerombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak,seperti kisah pemuda (Nabi) Ibrahim. “Mereka berkata: ‘Siapakah yang(berani) melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sesungguhnyadia termasuk orang orang yang zalim, Mereka berkata: ‘Kami dengar ada seorangpemuda yang (berani) mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” (QS.Al-Anbiya, 21:59-60). 2). memiliki standar moralitas (iman), berwawasan,bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dalam denganperkataan, seperti tergambar pada kisah Ash-habul Kahfi (para pemudapenghuni gua).“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengansebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda.pemuda yang berimankepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; dan Kamitelah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka mengatakan:“Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeruTuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkanperkataan yang amat jauh dari kebenaran” (QS.18: 13-14). 3). seorang yangtidak berputus-asa, pantang mundur sebelum cita-citanya tercapai. Sepertidigambarkan pada pribadi pemuda (Nabi) Musa. “Dan (ingatlah) ketikaMusa berkata kepada muridnya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelumsampai kepertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahuntahun”(QS. Al-Kahfi,18 : 60).Peran penting dari seorang pemuda adalah pada kemampuannyamelakukan perubahan. Perubahan menjadi indikator suatu keberhasilanterhadap sebuah gerakan pemuda. Perubahan menjadi sebuah kata yangmemiliki daya magis yang sangat kuat, sehingga membuat gentar orangyang mendengarnya, terutama mereka yang telah merasakan kenikmatandalam iklim status quo.
POLA INKUBASI MANAJEMEN USAHA KRUPUK DALAM PENGAMBANGAN EKONOMI, INOVASI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK MASYARAKAT KOTA MATARAM Bahrur Rosyid
IQTISHADUNA Vol. 11 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.56 KB)

Abstract

Labelisasi halal menjadi sangat urgen yang harus ada pada satu kemasan produk. Manajemen Usaha salah satunya Merk yang terdapat pada suatu Manajemen kemasan Manajemen Usaha. Pembinaan dan Pendampingan terhadap manajemen Usaha, mengingat ini suatu hal yang sangat urgen, harapan Pembinaan dan Pendampingan ini UMKM mampu berinovasi terhadap produk yang dihasilkan, sehingga dapat mendukung program Pemerintah dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif berdasarkan kerakyatan. Adapun Permasalahan yang diangkat adalah Produk dihasilkan, sasaran pasarnya, omset, tenaga kerja, peluang pasar, jenis bantuan dan pembinaan yang telah diperoleh, belum terkoordinasinya peran "intermediasi" secara terpadu antar lembaga/instansi yang mengembangkan dan membina UKM. Konsep Pengabdian pada masyarakat dengan Pola Inkubasi Bisnis, sehingga akan menhasilkan Integrasi yang bersifat Simbiosis Mutualisme dari Kedua Kelompok Usaha yang berbeda ini, sehingga dapat menghasilkan Inovasi Produk dari program Pengembangan Ekonomi Kreatif berbasis kerakyatan, untuk dapat menciptakan diversifikasi produk, khususnya produk makanan bergizi, yaitu bahan baku utamanya Ikan Air Tawar, sehingga masyarakat kita lebih kaya lagi produk-produk makanan yang memiliki nilai gizi tinggi, akan menumbuhkan lagi kemandirian Masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya, taraf hidup dengan meningkat pendapatan masyarakat, Intinya dari Pendampingan ini Masyarakat khususnya yang ada di Lingkungan Gegutu Timur ini akan lebih Sejahtera lagi, Amin.