Para santri di Pondok Modern Darussalam Gontor diwajibkan untuk berbahasa resmi Gontor karena merupakan peraturan yang wajib dilaksanakan oleh semua santri. Realita yang terjadi saat ini, para santri jarang berbahasa resmi Gontor, melainkan terlalu sering berbicara menggunakan Bahasa Indonesia ataupun bahasa-bahasa lain selain bahasa yang dianjurkan oleh Pondok. Banyaknya pelanggaran bahasa yang dilakukan santri menyebabkan turunnya kualitas berbahasa resmi Gontor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal wali kelas dengan santri dalam pendisiplinan berbahasa resmi Gontor. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Koleksi data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan wali kelas 5R, pembimbing bahasa, dan ketua kelas 5R di Pondok Modern Darussalam Gontor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal wali kelas 5R dengan santrinya dalam pendisiplinan berbahasa resmi Gontor dilakukan berdasarkan lima indicator komunikasi interpersonal. Indikator tersebut terdiri dari : keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Kontribusi penelitian ini adalah komunikasi interpersonal untuk pendisiplinan berbahasa resmi Gontor untuk meningkatkan kualitas santri dalam berbahasa serta mempermudah dalam memahami suatu pelajaran yang menggunakan bahasa resmi Gontor yaitu Arab dan Inggris. Komunikasi interpersonal yang intens dalam pendisiplinan berbahasa resmi Gontor terjadi karena hubungan interpersonal yang erat antara wali kelas dengan santrinya. Hal ini karena wali kelas berperan sebagai orangtua, syaikh, ustadz, pemimpin, manager, kakak dan teman bagi anak didiknya.