Wahyu Garinas
Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral (PTPSM) -BPPT Gedung 820 Geostek Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SPESIFIKASI BAHAN MENTAH KAOLIN BELITUNG (UJI BAKAR DAN BESAR BUTIR) UNTUK BAHAN PEMBUATAN ISOLATOR KERAMIK PORSELEN Wahyu Garinas
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.225

Abstract

Bahan baku kaolin cukup banyak di Indonesia. Daerah yang melimpah cadangannya adalah di Pulau Belitung. Sampel diambil dari 18 lokasi yang tersebar di Pulau Belitung. Untuk mengetahui kualitas sampel untuk bahan baku pembuatan isolator keramik porselen maka dilakukan uji bakar  1.400 º C dan uji besar butir. Dari hasil uji bakar : kaolin sangat berpori berwarna putih kecoklatan (broken  white) dan bersifat tahan api. Sampel kaolin umumnya mengandung mineral pengotor berupa senyawa (serisit, felspar dan mineral pemberi warna seperti (Fe2O3) dan titan oksida,TiO2). Pengotor ini sebagian sangat mengganggu apabila akan dijadikan bahan isolator listrik. Untuk hasil analisa besar butir  semua hasil uji besar butir dominan di atas 2 mikron.Berdasarkan standar literatur Worral (2 mikron yaitu  harus lolos 73 %) maka sampel kaolin yang diuji belum masuk dalam klasifikasi kaolin yang memenuhi syarat sebagai bahan keramik porselen. Secara umum sampel yang diuji secara fisik belum memenuhi syarat untuk bahan isolator keramik porselen. Untuk penggunaannya sebagai bahan keramik porselen maka perlu proses pengolahan terlebih dahulu.