Nur Awwalunnisa
UIN Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Lembaga Keuangan Syariah Dalam Pengentasan Kemiskinan Di Provinsi Nusa Tenggara Barat: Article Nur Awwalunnisa
IQTISHADUNA Vol. 12 No. 1 (2021): IQTISHADUNA: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.68 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v12i1.3283

Abstract

ABSTRAK Kemiskinan merupakan masalah yang akan selalu dihadapi oleh berbagai negara di seluruh dunia yang menyebabkan seluruh negara baik negara maju maupun negara berkembang focus membahas berbagai strategi maupun kebijakan untuk menangani masalah kemiskinan. Salah satu tujuan SDGs adalah menghapus segala bentuk kemiskinan. Tujuan ini didefinikasikan sebagai presentase pendduk yang hidup di bawah garis kemiskinan internasional yaitu mereka yang rata-rata konsumsi hariannya (atau pendapatan) kurang dari $1,25/orang per hari. Dalam ekonomi Islam terdapat instrument yang dapat membantu menyelesaikan masalah kemiskinan yaitu melalui penyaluran zakat dan pengembangan modal melalui Lembaga keuangan syariah baik melalui bank syariah ataupun Lembaga keuangan syariah lainnya. Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim seharusnya dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi masalah kemiskinan baik secara regional maupun nasional. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2020 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Salah satu alasan terjadinya peningkatan jumlah penduduk miskin ini karena terjadinya bencana global berupa pandemic covid-19 yang mengharuskan seluruh manusia di dunia melakukan adaptasi terhadap keadaan baru. Pandemic yang telah mengganggu seluruh aktivitas manusia secara keseluruhan termasuk dalam kegiatan ekonomi, mengakibatkan beberapa orang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Walaupun secara nasional jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan, namun secara regional di Provinsi NTB menunjukkan jumlah penduduk miskin yang menurun pada tahun 2020.