Proses pengelolaan air limbah di industry pertambangan sangatlah penting karena dapat mempengaruhi kelancaran proses penambangan. Air limbah yang tidak dapat dikeluarkan dari area bukaan tambang secara optimal dapat menghambat bahkan menghentikan aktivitas penambangan. Namun, jika air limbah tersebut dikeluarkan tanpa proses pengelolaan yang baik maka dapat berpotensi mencemari lingkungan sekitar dan juga melanggar aturan terkait nilai baku mutu air pada Pergub Sumsel No 8 Tahun 2012. Dampak dari pencemaran air adalah adanya sanksi administrasi hingga penyetopan produksi dari Pemerintah. Air limbah yang ada di Tambang PT Bara Anugrah Sejahtera memiliki karakteristik unik yaitu mengandung kadar silika yang tinggi. Hal ini menyebabkan partikel Total Suspended Solid (TSS) sulit untuk diendapkan secara normal. Hal ini terlihat pada kondisi air di big sump yang tetap konsisten kadar TSS di atas 5000 mg/liter walaupun terendap dalam periode yang cukup panjang. Berbagai jenis chemical telah dicoba untuk menurunkan kadar TSS namun belum ada yang dapat menurunkan TSS hingga baku mutu secara efektif dan efisien. PT Bara Anugrah Sejahtera melakukan inovasi dan berinvestasi dengan membangun fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) dalam mengelola air limbah agar dapat memenuhi baku mutu air secara efektif dan efisien. Mekanisme WWTP adalah memompa air limbah ke dalam labirin baffle untuk dicampurkan bersama chemical tertentu yang terdiri dari Koagulan dan Flokulan untuk mengikat antar partikel TSS menjadi bentuk gumpalan yang disebut Floc sehingga terpisah dari air secara stabil. Floc ini yang akan terendap pada saluran air terbuka sebelum settling pond yang kemudian akan dikuras menggunakan pompa lumpur ke mud pond terpisah agar siklus pengelolaan air tidak terhambat karena pendangkalan.Instalasi WWTP yang dikombinasikan dengan chemical tertentu yang terdiri dari Koagulan dan Flokulan terbukti dapat mengelola air limbah tambang berkadar silika tinggi di atas 780 mg/liter untuk memenuhi baku mutu air pada TSS 300 mg/liter tanpa mempengaruhi tingkat keasaman pada air.