Ainun Hafidz
Blasting Engineer, PT. Orica Mining Services

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PREDIKSI PEAK PARTICLE VELOCITY GETARAN TANAH BERDASARKAN MODEL SEED WAVE Ainun Hafidz; Florencia Pauli Siahaan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.253

Abstract

Getaran tanah merupakan salah satu aspek penting dalam aktivitas peledakan, terutama saat dilakukan dekat pemukiman warga maupun fasilitas publik. Karenanya, kontrol getaran tanah menjadi salah satu sasaran utama dalam beberapa operasi peledakan. Peak Particle Velocity (PPV) getaran tanah menjadi nilai kritis yang harus dikontrol agar berada dalam ambang batas berdasarkan analisa reseptor yang berada disekitarnya.Pada penelitian ini, sebuah model yang didasarkan pada simulasi Monte Carlo digunakan untuk memprediksi getaran tanah akibat kegiatan peledakan. Model ini menggunakan data seed waveform, hukum scaled distance, P-wave velocity, dan screening lubang lubang ledak. Simulasi ini mengkalkulasi hasil PPV berulang kali sehingga menghasilkan nilai rata-rata yang merupakan nilai prediksi PPV beserta deviasinya. Penelitian ini dilakukan di area tambang PT. Kaltim Prima Coal pada pit-pit yang berdekatan dengan pemukiman warga dan fasilitas umum. Jumlah data yang dikumpulkan adalah 232 kali dari kegiatan peledakan yang dilakukan selama tahun 2021 sampai bulan Agustus.Hasil dari simulasi Monte Carlo menunjukkan bahwa nilai aktual PPV berada dalam kisaran nilai prediksi yang dihasilkan simulasi. Dari total data yang dikumpulkan, 95% nilai PPV-nya di bawah ambang batas 3mm/s. Hasil ini menunjukkan bahwa model Monte Carlo untuk PPV dapat menambah tingkat keyakinan prediksi getaran tanah dalam kegiatan peledakan. Prediksi yang dapat dipercaya ini merupakan kunci operasi peledakan yang berkelanjutan, dengan meminimalisir peluang terjadinya getaran tanah yang tidak terkontrol yang dapat menyebabkan kerusakan pada pemukiman warga maupun fasilitas publik.