Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman Tukang Jamu Mengenai Kebermanfaatan Jamu Kunir Asem di Yogyakarta Muhamad Jalil
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 16, No 1 (2019): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turmeric tamarind is one of the traditional drinks that is quite familiar in the eyes of the community. The younger generation needs to be introduced to the legacy of traditional herbal medicine, so that its existence is maintained. There is still an assumption that herbal medicine is an outdated traditional drink. The purpose of this study was to determine the knowledge of herbal medicine sellers about the benefits of turmeric acid. This study uses a qualitative method. Retrieval of data by means of documentation, interviews, and documentation. Data were analyzed in a descriptive qualitative manner. Furthermore, information is obtained about additional ingredients added in the manufacture of tamarind turmeric. Turmeric tamarind in the view of herbal medicine sellers can provide many benefits as an antibiotic, fresh body, and overcome cough colds. Additional tamarind herbal remedies include lemongrass, brown sugar, salt, cloves, and sweet.
Temu Giring (Curcuma heyneana Val.): Sebuah Tinjauan Morfologi, Fitokimia, dan Farmakologi Muhamad Jalil
Journal Of Biology Education Vol 2, No 2 (2019): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jbe.v2i2.6296

Abstract

Temu giring sebagai tanaman komoditas obat memberi kontribusi masih dibawah 5%, sedangkan produksi kunyit lebih memberikan kontribusi produksi lebih besar dengan prosentase sebesar 18,82%. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk menyajikan informasi yang komprehensif mengenai morfologi, konstituen kimia, penelitian biologi tentang farmakologi sebagai bukti ilmiah khasiat temu giring  untuk pengembangan lebih lanjut dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Data penelitian berupa jurnal dan buku tentang temu giring dan tanaman obat tradisional (jamu) serta dilengkapi dengan foto. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis dengan cara membuat inferensi yang replicabel dan dengan data yang valid, dengan memperhatikan konteksnya. Morgologi temu giring menunjukkan warna rimpang berwarna kuning cerah. Rimpang temu giring memiliki aktivitas antioksidan, antivirus, antiaging, dan antimikroba.  Senyawa aktif yang umumnya bertanggungjawab terhadap aktivitas farmakologi adalah golongan heyneanone, fenolik, saponin, flavonoid, dan minyak atsiri.