Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan dan perkembangan dunia kepariwisataan yang semakin hari semakin meningkat dan menjadi salah satu andalan untuk mendongkrak devisa negara. Terlebih lagi bagi Kabupaten Ciamis yang kehilangan aset pariwisata terbesarnya pasca terpisahnya wilayah Pangandaran dan sekitarnya menjadi kabupaten baru. Hal ini merupakan tantangan bagi Kabupaten Ciamis untuk terus menggali berbagai objek wisata yang tersebar di berbagai daerah untuk dijual kepada wisatawan, dan salah satu dari objek pariwisata tersebut adalah Site Museum Tambaksari yang banyak mengoleksi fosil purba. Peneliti yang tinggal kurang dari 1 kilometer dari objek wisata Site Museum Tambaksari dan hampir setiap hari melewati objek wisata tersebut merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang efektifitas promosi wisata yang selama ini dilakukan, mengetahui hambatan yang dihadapi, dan upaya mengatasi hambatan tersebut dengan harapan melalui penelitian ini dapat berguna bagi perkembangan objek wisata tersebut. Setelah melalui berbagai kajian berbagai teori tentang efektifitas promosi wisata yang dilanjutkan dengan observasi lapangan serta melakukan wawancara dengan beberapa nara sumber, peneliti menyimpulkan bahwa:1. Efektifitas promosi wisata Site Museum Tambaksari yang selama ini dilakukan sudah termasuk dalam kategori baik, terbukti dengan hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan dalam 10 tahun terakhir terus meningkat. Sementara hasil wawancara dengan nara sumber menunjukkan bahwa mayoritas nara sumber menyatakan baik.2. Hambatan-hambatan yang ditemui dalam promosi wisata Site Museum Tambaksari adalah masalah keterbatasan Sumber Daya Manusia, keterbatasan fasilitas sarana prasarana, serta masalah finansial/dana3. Upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ditemui dalam promosi wisata Site Museum Tambaksari antara lain: a. Untuk mengatasi hambatan dalam hal Sumber Daya Manusia pihak museum merekrut tenaga khusus, mengadakan pelatihan terhadap personil yang ada, dan bekerja sama dengan pihak lain b. Untuk mengatasi hambatan dalam hal fasilitas, pihak museum mengajukan proposal rehabilitasi serta mengoptimalkan partisipasi masyarakat c. Untuk mengatasi masalah finansial/dana, pihak museum melakukan kerja sama promosi dengan institusi pendidikan, memanfaatkan jejaring sosial, dan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga.