Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Literature Review: Faktor Risiko Penyebaran Bakteri Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) Pada Neonatus Terza Aflika Happy; Miratul Hasanah; Agustina Mar’atus Sholichah
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In neonates, infection by ESBL-producing bacteria increases the risk of death, and decelerates time for recovery. Thus, neonates with ESBL infection who require antibiotic therapy will be hospitalized longer than patients who are not infected with ESBL. This causes the cost of hospitalization in the hospital increases. To identify the risk factors of ESBL transmission to neonates. Literature search from journal from January till August 2020 using an online journal database by the keywords ESBL, ESBL neonatus, dan risk factor ESBL. A total of 35 articles are selected because they match the inclusion criteria, namely titles and content relevant to the purpose, written in English or Indonesian, full text, published in the last 7 years. From 14 articles selected for review, information is obtained regarding risk factors for the ESBL transmission to neonates. The risk factors associated with the ESBL transmission to neonates are ages, delivery process, visits to health facilities, and administration of antibiotics.
Promosi Kesehatan tentang Pencegahan Kanker Serviks Melalui Pemanfaatan Media Online Health Promotion of Cervical Cancer Prevention Using Online Media Elsa Fitri Ana; Mienna Yuniarti; Isnul Jumrotul Jannah; Miratul Hasanah; Sulastri Sulastri; Nila Qurniasih; Nopi Anggista Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5390

Abstract

ABSTRAKKanker serviks adalah penyebab kematian tertinggi keempat pada wanita di dunia. Tingginya angka kesakitan dan kematian wanita akibat kanker serviks di Indonesia, juga menunjukkan rendahnya angka cakupan pemeriksaan papsmear dan imunisasi HPV di Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan metode promosi kesehatan untuk mendorong wanita untuk aktif dalam melakukan pencegahan kanker serviks. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan cara penyuluhan melalui metode ceramah dan diskusi dengan aplikasi zoom dan whatsapp. Peserta yang mendaftar dalam kegiatan ini sejunlah 41 orang dengan rentang usia 20-35 tahun. Peserta berasal dari berbagai daerah antara lain, Jakarta, Lampung, Surabaya, Malang, Palu dan Banjarmasin. Materi yang telah disampaikan menyatakan bahwa pencegahan kanker serviks dapat dilakukan sedini mungkin. Dibandingkan dengan metode penyuluhan yang dilakukan secara langsung, pemanfaatan media sosial terbukti efektif dalam mencapai jangkauan keluasan sasaran. Kata kunci: kanker serviks, pencegahan, deteksi dini, HPV  ABSTRACTCervical cancer is the fourth main cause of death in women in the world and the main cause of death for women in developing countries. The high morbidity and mortality rates for women due to cervical cancer in Indonesia also shows the low coverage rates for Pap smear test and HPV immunization in Indonesia. Therefore a health promotion is needed to encourage women to be active in preventing cervical cancer. This event is a form of counseling through lectures and discussions with zoom and WhatsApp applications. The number of participants who participated in this activity was 41 people in age 20-35 years from various provinces including Jakarta, Lampung, Surabaya, Malang, and Banjarmasin. The subject that has been presented states that cervical cancer prevention can be done as early as possible. Compared to conventional health promotion methods, the use of social media has proven to be effective in reaching a broad target. Keywords: cervical cancer, prevention, early detection, HPV
Kajian Literatur: Strategi Komunikasi untuk Sosialisasi Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Hasanah, Miratul
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i2.177

Abstract

Tuberculosis Preventive Treatment (TPT) is a strategy to prevent the spread of tuberculosis (TB), particularly among high-risk populations. However, TPT coverage in Indonesia remains far below national targets. Effective communication has an essential role in increasing knowledge, acceptance and adherence of the population to TPT. This literature review aims to identify communication strategies used to promote acceptance of TPT. Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) was used for conducting the study. The literature was retrieved through Google Scholar using Bahasa Indonesia and English keywords. Articles which original research, published within 10 years, relevant to the topic and fully access were selected and synthesized. Thirteen studies met the criteria and were categorized into personal, group and public communication models. The personal communication strategy was effective in increasing knowledge and improving adherence. This model such as counseling, home visits, education using videos, leaflets, booklets and reminder messages. Group communication strategies utilized flipcharts, booklets, presentations and short films suitable to increase awareness of TB risks, TB screening and TPT. Public campaigns through radio and television, as well as opening a health booth in public spaces, were a public communication strategy that aimed to improve public awareness. Each communication strategy is suitable for specific objectives and a target audience. This review provides insight from multiple countries; it may not fully represent the current Indonesia condition.
Faktor Pendukung Dan Penghambat Implementasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT): Studi Literatur Hasanah, Miratul
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i2.187

Abstract

Saat ini, Indonesia berada di peringkat kedua di dunia dalam hal kontribusi kasus Tuberkulosis (TB) global, di belakang India, dengan 9,2%. Sebenarnya, TB adalah penyakit menular yang dapat diobati dan dapat dicegah. Upaya pencegahan penularan TB melalui implementasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, namun pencapaiannya masih jauh dari target nasional. Oleh karena itu, tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam implementasi TPT. Studi ini menggunakan pendekatan narrative revier dengan pencarian literatur melalui PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Literatur yang berupa artikel asli, diterbitkan dalam 10 tahun terakhir, dapat diakses sepenuhnya dan memiliki konten yang relevan akan dikumpulkan dan diperiksa duplikasinya. Literatur terpilih kemudian disintesis. Sebanyak 18 artikel dipilih untuk ditinjau dan disintesis. Faktor pendukung dan penghambat implementasi TPT dari perspektif tenaga kesehatan, meliputi aspek pengetahuan, kapasitas, logistik, dan sistem pendukung. Berdasarkan perspektif kontak TB dan pengasuh anak yang kontak, faktor pendukung dan penghambat penerimaan TPT meliputi pengetahuan, akses, kepatuhan, keuntungan, kerugian, dan sistem pendukung. Kemudian dari perspektif pemangku kepentingan, faktor pendukung dan penghambat implementasi TPT adalah prioritas dan aspek logistik. Studi ini tidak secara khusus mencari literatur yang diperoleh dari Indonesia, sehingga dalam beberapa kasus, mungkin memberikan gambaran yang kurang sesuai dengan kondisi terkini di Indonesia.