Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT LAKIPADADA, TANA TORAJA Marthen Luther Paembonan
Journal Dynamic Saint Vol. 1 No. 1 (2014): Jilid 1 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1983.411 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v1i1.124

Abstract

Rumah sakit adalah suatu sarana kesehatan yang bergerak dalam bidang pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat serta dapat pula bermanfaat sebagai pendidikan dan tempat penelitian. Rumah sakit membawah dampak positif bagi masyarakat, tetapi disisi lain dapat juga berdampak negatif terhadap lingkungan dan kelangsungan hidup manusia. Kegiatan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dapat menimbulkan pencemaran yaitu jika limbah yang dihasilkan tidak ditangani dengan serius dan dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengelolaan limbah cair dan limbah padat pada Rumah Sakit Lakipadada. Penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data primer dan data sekunder. Proses pengolahan limbah cair di Rumah Sakit Lakipadada dilakukan dengan sistem reaktor biologis putar sedangkan limbah padat silakukan dengan beberapa cara seperti, cara pemilahan, pengumpulan, kemudian dibuang ke TPA, dan limbah padat yang mengandung bahan beracun dibakar dengan incinerator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit limbah cair Rumah Sakit Lakipadada rata-rata perhari 1.817 liter dan sumber sampah mencapai 47,3 kg perhari. Hasil dari proses reaktor biologis putar tersebut telah memenuhi standar sedangkan hasil dari proses insinerator belum sesuai dengan standar.
STUDI PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI PENGISI DALAM PEMBUATAN BETON Marthen Luther Paembonan
Journal Dynamic Saint Vol. 1 No. 2 (2014): Jilid 1 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.47 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v1i2.131

Abstract

Beton adalah campuran dari semen, agregat, air dan bahan tambahan dalam perbandingan tertentu. Beton merupakan bahan bangunan yang umumnya dipakai dalam pembangunan fisik karena mudah dibentuk dan biaya pemeliharaan yang relatif murah dibandingkan dengan material lainnya. Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi beton memungkinkan penggunaan limbah menjadi bahan pembentuk beton, sehingga di satu sisi penggunaan bahan alam yang merusak lingkungan dapat diatasi dan di sisi lain bahan limbah dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk bahan pembentuk beton. Abu sekam padi merupakan hasil dari pembakaran limbah pengolahan padi. Penelitian tentang Abu Sekam Padi sebagai pengisi pada beton ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan beton tanpa mengurangi semen. Dan dari hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi 10 % dapat meningkatkan kuat tekan beton dengan kuat rencana 20 Mpa pada umur 28 hari. Selain itu Hasil pengujian kuat tekan juga menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal pada umur 28 hari yaitu 20,2 Mpa dan untuk penambahan abu sekam padi pada umur 28 hari yaitu 21,5 Mpa dengan kata lain terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 3,1% dari beton normal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan abu sekam padi sebagai pengisi dapat digunakan dalam pembuatan beton.
Kajian Perencanaan Saluran Irigasi Sekunder Dan Tersier Di Desa Samelung, Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu Marthen Luther Paembonan
Journal Dynamic Saint Vol. 3 No. 1 (2017): Jilid 3 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.252 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v3i1.274

Abstract

Usaha meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, pemenuhan akan air mempunyai peranan penting. Agar air dapat sampai ke areal persawahan diperlukan adanya pengelolaan jaringan irigasi yang efektif dan efisien untuk digunakan sesuai dengan fungsinya. Berdasarkan penelitian diperoleh besarnya debit yang masuk pada saluran sekunder yaitu 0,397 m3/dtk, adapun debit pengambilan yaitu 0,317 m3/dtk oleh saluran tersier untuk melayani kebutuhan pertanian di petak-petak sawah dengan luas wilayah keseluruhan 739,10 Ha. Jadi debit yang masih tersisa yaitu 0,08 m3/dtk. Dengan demikian bahwa hasil analisis menunjukkan bahwa air yang tersedia pada saluran sekunder dan yang disalurkan dari saluran sekunder ke tersier sangat besar jumlahnya dibandingkan dengan besarnya debit pengambilan atau kebutuhan pengambilan untuk tiap wilayah., oleh sebab itu diperlukan adanya normalisasi untuk debit pemberian dan debit pengambilan air harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang ada agar tidak ada air yang terbuang.