Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM LAYANAN INFORMASI AKADEMIK PADA UNIVERSITAS ATMA JAYA MAKASSAR Marthen Bidangan
Journal Dynamic Saint Vol. 1 No. 2 (2014): Jilid 1 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.551 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v1i2.132

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah merancang prototype basis data akademik sehingga dapat mempermudah dalam pengelolahan data yang bermanfaat bagi industri pendidikan. Subyek penelitian ini adalah desain basis data akdemik dengan menggunakan pemograman PHP dan menggunakan alat yang berbasis layar sentuh ( touch screen ). Metode ini digunakan dalam menganalisa perancangan tersebut yaitu dengan membuat diagram entity relationship, merancang basis data dan interface serta pemasangan alat berupa layar sentuh (touch screen). Dalam penelitian ini telah dihasilkan suatu system pengelolaan dan pengolahan basis data yang digunakan untuk yagn digunakan untuk memasukkan dan menyimpan data akademik. Diantaranya, data mahasiswa, data mata kuliah, dan data dosen serta untuk proses pencarian, pembuatan output atau laporan basis data akademik.Layanan Informasi Akademik
Analisis Pengaruh Kekerasan Benda Kerja Terhadap Umur Pahat Marthen Bidangan
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana pengaruh Kekerasan benda kerja terhadap Umur Pahat, (2) bagaimana pengaruh Kecepatan potong tehadap Umur Pahat. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon pada beberapa tingkat kekerasan, Alat yang digunakan adalah alat pengukur kekerasan menggunakan metode Rocwell B dan untuk mengetahui besarnya umur pahat digunakan alat Profile Projector untuk mendeteksi batas keausan pahat. Umur pahat adalah seluruh waktu yang dipergunakan untuk melekukan pembubutan sehingga dicapai batas kriteria keausan pahat maksimal yaitu VB == 0.3 mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara tingkat kekerasan benda kerja dengan Umur Pahat, dimana makin tinggi kekerasan benda kerja Umur Pahat makin rendah. Demikian pula terdapat hubungan yang sangat kuat antara Kecepatan potong dengan Umur Pahat, dimana makin tinggi Kecepatan potong Umur Pahat makin rendah.
STUDI KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK KAYU LOKAL DI TORAJA Marthen Bidangan
AgroSainT Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i2.672

Abstract

Kayu merupakan bahan konstruksi yang banyak dipakai dalam pembangunan rumah, gedung-gedung dan pembuatan furniture. Kayu banyak dipilih karena memiliki bentuk dan warna alami yang lembut serta artistik. Pentingnya pengetahuan akan pembagian kelas-kelas kayu dilihat dari kuat tekan dan kuat tarik kayu seharusnya mendorong pemerintah untuk melaksanakan program pengkajian ulang kelas kayu yang ada di Toraja sebagai bagian dari peningkatan mutu konstruksi bangunan masyarakat Toraja. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang pesat memungkinkan untuk diadakannya penelitian pengujian kayu di laboratorium tentang kuat tekan dan kuat tarik kayu lokal di Toraja sehingga bisa di kelompokkan kedalam kelas masing-masing kayu yang di teliti. Kemudian dapat dikategorikan bahwa di tinjau dari kuat tekan dan tariknya, kayu dikatakan sudah sesuai dengan kelasnya masing-masing dan kebutuhannya di dunia konstruksi. Pengujian kuat tarik dan kuat tekan kayu di lakukan di laboratorium dengan menggunakan metode langsung yakni dengan mengumpulkan sampel kayu lokal di Toraja kemudian di analisa secara ilmiah di laboratorium fakultas kehutanan Unhas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kayu Sengon Putih (Ranni Busa) termasuk kelas IV, Sengon Merah (Ranni’ Rarang) kelas IV, Huru kelas III, Pinus kelas IV, Durian kelas IV, Cemara kelas III, Asa kelas III, Jati Merah kelas III,Jati Putih Kelas IV dan Betau kelas II, hal ini menunjukkan bahwa sesuai dengan hasil penelitian maka kayu lokal Toraja yang di uji telah memenuhi/sudah sesuai dengan kelas masing-masing kayu yang ada dalam PKKI dan Standar Nasional Indonesia (SNI).