Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Kitosan Cangkang Internal Cumi-Cumi (Loligo sp.) Terhadap Bakteri S. aureus dan E. coli Zuni Nur Rochmawati; Faradina Nabila; Cicik Ainurrohmah; Reni Ambarwati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan wilayah perairan lebih besar daripada wilayah daratan. Oleh sebab itu, komoditas perikanan merupakan salah satu komoditi ekspor terbesar di Indonesia. Salah satu komoditas perikanan Indonesia yaitu cumi-cumi. Pada umumnya pemanfaatan cumi-cumi hanya dagingnya, sedangkan bagian cangkang internalnya tidak terpakai dan menjadi limbah. Cangkang internal ini dapat diekstrak menjadi kitosan. Kitosan merupakan polimer yang bisa digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekstrak kitosan dari cangkang internal cumi-cumi dan menguji aktivitas antibakteri kitosan cangkang internal cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 2 kali pengulangan. Metode pengujian aktivitas antibakteri menggunakan paper disk diffusion method dengan konsentrasi 0%, 1% dan 2%, kemudian diinkubasi selama 24 jam. Kitosan dari cangkang internal cumi-cumi menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan E. coli.
Keanekaragaman Burung di Kawasan Hutan Mangrove Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Muhammad Musthofa Mubarrok; Reni Ambarwati
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n2.p54-63

Abstract

Kawasan hutan Mangrove Banyuurip Ujungpangkah Gresik memiliki potensi dalam mendukung keanekaragaman burung, namun terjadi penurunan dan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis burung, menganalisis keanekaragaman dan kemelimpahan burung serta mendeskripsikan daya dukung lingkungan terhadap keanekaragaman burung di kawasan hutan mangrove Banyuurip. Sampling menggunakan pendekatan birdwatching dengan metode jelajah dengan berjalan sesuai jalur transek yang telah ditentukan sepanjang ± 150 meter yang terbagi menjadi tiga titik pengamatan. Keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, kemelimpahan dianalisis berdasarkan kemelimpahan relatif, dan daya dukung lingkungan dianalisis berdasarkan vegetasi dan faktor fisik lingkungan yang meliputi suhu dan kelembapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Hutan Mangrove Banyuurip terdapat 35 jenis burung yang termasuk 20 famili dan delapan ordo, yaitu Anseriformes, Apodiformes, Charadriiformes, Ciconiiformes, Columbiformes, Coraciiformes, Passeriformes, dan Piciformes dengan nilai indeks keanekaragaman sebesar 2,3 yang termasuk dalam kategori sedang. Jenis burung yang paling melimpah adalah kuntul kecil (Egretta garzetta) sebesar 39,25%, blekok sawah (Ardeola speciosa) sebesar 14%, dan walet linci (Collocalia linchi) sebesar 7,8%. Selain itu, diketahui tujuh jenis vegetasi yang dominan dimanfaatkan dan mendukung keberadaan burung, yaitu Avicennia marina, Azadirachata indica, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Calotropis gigantea, Morinda citrifolia, dan Pluchea indica. Kawasan hutan mangrove Banyuurip dapat mendukung kehidupan burung, bahkan di kawasan ini ditemukan enam jenis burung dalam status dilindungi.
Komunitas Bivalvia yang Berasosiasi dengan Kerang Lentera (Brachiopoda: Lingulata) di Zona Intertidal Selat Madura Rakmawati Rakmawati; Reni Ambarwati
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n1.p36-41

Abstract

Kerang lentera merupakan salah satu makrobentos penyusun ekosistem intertidal berlumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunitas bivalvia yang yang berasosiasi dengan kerang lentera di zona intertidal Selat Madura. Sampling dengan menggunakan metode simple random sampling pada lima lokasi yang telah ditentukan, yakni di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bangkalan, Kecamatan Kwanyar-Bangkalan, dan Kabupaten Pamekasan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggali substrat pada area plot sedalam 5-10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dijumpai 15 spesies anggota kelas Bivalvia yang memiliki ko-eksistensi dan berasosiasi dengan kerang lentera (Brachiopoda) yang berasal dari famili Arcidae, Veneridae, Solenidae, Cardiidae, Lucinidae, Lasaeidae, Laternulidae, Mactridae, dan Tellinidae. Koreamya sp. merupakan spesies yang berasosiasi komensalisme dengan kerang lentera (Brachiopoda: Lingulata).