Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Increasing Student’s Creativity in Waste Processing to Trash Fashion Through PjBL Rini Astuti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan dalam mengembangkan pembelajaran di luar kelas berbasis proyek untuk meningkatkan kretivitas siswa dalam penanganan limbah.  SMK sebagai sekolah menengah kejuruan, siswanya dituntut untuk mempunyai keterampilan yang diperlukan di industri/dunia usaha. Untuk itu maka   dalam kegiatanpembelajaranharusdapatmendukungtumbuhkembangnyapribadipesertadidikyang berjiwakewirausahaan dan mempunyaikecakapanhidup. Salah satunya melalui  pembelajaran berbasis proyek dengan mengolah limbah menjadi trash fashion. Penelitian diawali dengan observasi lingkungan sekolah oleh guru, kemudian guru menyusun lembar kerja siswa (LKS). Lembar kerja siswa ini penting agar pada saat siswa melakukan pembelajaran di luar kelas sudah ada panduan yang jelas apa saja yang harus dilakukan. Berdasarkan pengamatan penulis, di lingkungan sekolah masih banyak limbah yang belum diolah, dan kebanyakan limbah yang ada jenisnya adalah anorganik.  Jenis penelitian ini merupakan kuasi eksperimen, dengan metode penelitian weak experimental designs, dan desain penelitian the one group pretest-posttes design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XIdi SMK  Negeri  3 Cimahi. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling, yakni diambil  satu kelas eksperimen, yaitu kelas XI Tata Busana 1.Instrumen yang digunakanberupa LKS yang disusun dengan mengacu pada indikator berpikir kreatif, dan  produk kreatif berupa trash fashion. Penilaian produk berdasarkan rubrik yang disusun oleh guru menunjukkan bahwa  produk kreatif di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan, yakni rata-rata 81 dari rata-rata 73. Pembuatan trash fashion ini merupakan salah satu bukti nyata kepedulian siswa terhadap lingkungan, melatih kreativitas siswa, dan meningkatkan ketrampilan siswa dalam pengolahan limbah menjadi sebuah karya yang bernilai seni dan ekonomis, sehingga dapat membuka peluang usaha.Kata Kunci: PjBL, pembelajaran di luar kelas, trash fashion, kreativitas
Meningkatkan Kreativitas Siswa Dalam Pengolahan Limbah Menjadi Trash Fashion Melalui PjBL RINI ASTUTI
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 2 (2015): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v8i2.3872

Abstract

Penelitian ini bertujuan dalam mengembangkan pembelajaran di luar kelas berbasis proyek untuk meningkatkan kretivitas siswa dalam penanganan limbah.  SMK sebagai sekolah menengah kejuruan, siswanya dituntut untuk mempunyai keterampilan yang diperlukan di industri/dunia usaha. Untuk itu maka   dalam kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Salah satunya melalui  pembelajaran berbasis proyek dengan mengolah limbah menjadi trash fashion. Penelitian diawali dengan observasi lingkungan sekolah oleh guru, kemudian guru menyusun lembar kerja siswa (LKS). Lembar kerja siswa ini penting agar pada saat siswa melakukan pembelajaran di luar kelas sudah ada panduan yang jelas apa saja yang harus dilakukan. Berdasarkan pengamatan penulis, di lingkungan sekolah masih banyak limbah yang belum diolah, dan kebanyakan limbah yang ada jenisnya adalah anorganik.  Jenis penelitian ini merupakan kuasi eksperimen, dengan metode penelitian weak experimental designs, dan desain penelitian the one group pretest-posttes design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMK  Negeri  3 Cimahi. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling, yakni diambil  satu kelas eksperimen, yaitu kelas XI Tata Busana 1.  Instrumen yang digunakan berupa LKS yang disusun dengan mengacu pada indikator berpikir kreatif, dan  produk kreatif berupa  trash fashion. Penilaian produk berdasarkan rubrik yang disusun oleh guru menunjukkan bahwa  produk kreatif di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan, yakni rata-rata 81 dari rata-rata 73. Pembuatan trash fashion ini merupakan salah satu bukti nyata kepedulian siswa terhadap lingkungan, melatih kreativitas siswa, dan meningkatkan ketrampilan siswa dalam pengolahan limbah menjadi sebuah karya yang bernilai seni dan ekonomis, sehingga dapat membuka peluang usaha.