Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Pengaruh Penambahan Stiffener terhadap Nilai Tegangan dan Defleksi pada Rangka Sepeda Motor Listrik dengan Metode Elemen Hingga Rilis Eka Perkasa; Utsman Syah Amrullah; Bayu Pranoto; Chandra Gunawan
Virtual of Mechanical Engineering Article Vol 8 No 1 (2023): V-MAC
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/v-mac.v8i1.2729

Abstract

Saat ini, sepeda motor listrik telah banyak dijadikan sebagai pilihan moda transportasi alternatif karena sepeda motor listrik memiliki beberapa kelebihan, salah satunya menghasilkan tingkat polusi yang rendah. Salah satu bagian utama dari sepeda motor listrik adalah rangka, yang berfungsi sebagai penyangga beban utama dari sepeda motor listrik dan dudukan dari berbagai komponen lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan komponen stiffener pada rangka menggunakan simulasi metode elemen hingga. Terdapat dua jenis rancangan yang disimulasikan, yaitu rangka dengan penambahan stiffener dan rangka tanpa stiffener sebagai pembanding. Kedua rancangan rangka dibuat dengan menggunakan profil persegi dengan ketebalan 2.2 mm dari bahan baja ASTM A36. Jenis simulasi yang dipilih adalah simulasi pembebanan statis dengan beban yang terdiri dari beban penumpang serta beban komponen baterai dan sistem kontrol. Parameter yang hendak diperoleh dari simulasi antara lain tegangan von mises, defleksi total rangka, dan nilai safety factor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rancangan rangka dengan penambahan stiffener mengalami tegangan von mises maksimum sebesar 74.67 MPa, defleksi total maksimum sebesar 0.06692 mm, dan safety factor minimum sebesar 3.348. Sementara itu, rancangan tanpa penambahan stiffener mengalami tegangan von mises maksimum sebesar 110.3 MPa, defleksi total maksimum sebesar 0.5209 mm, serta nilai safety factor minimum sebesar 2.266.
Pengaruh Ukuran Nozzle Udara Terhadap Temperatur Rem Tromol Rizki, Akhmad; Chandra Gunawan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i2.4822

Abstract

Sistem rem tromol pada kendaraan menghasilkan panas yang cukup tinggi akibat gesekan antara kampas rem dan permukaan tromol, sehingga diperlukan metode pendinginan yang efektif untuk menjaga kinerja dan keamanan sistem pengereman. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah pendinginan menggunakan udara bertekanan yang disemprotkan melalui nozzle dengan ukuran tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ukuran nozzle terhadap efektivitas penurunan temperatur rem tromol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pemanasan terhadap backplate tromol menggunakan hot gun hingga mencapai temperatur 150°C. Setelah itu, dilakukan penyemprotan udara bertekanan melalui nozzle berukuran 1/4 inci, 1/2 inci, dan 3/4 inci, dengan tekanan udara konstan sebesar 5 bar dan dalam kondisi lingkungan tetap. Temperatur akhir setelah penyemprotan diukur untuk masing-masing ukuran nozzle pada durasi waktu10 detik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nozzle berukuran besar (3/4 inci) mampu menurunkan temperatur tromol secara lebih signifikan dibandingkan ukuran lainnya. Semakin besar ukuran nozzle, semakin besar debit udara yang dihasilkan, sehingga proses perpindahan panas melalui konveksi menjadi lebih efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ukuran nozzle merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi pendinginan rem tromol menggunakan udara bertekanan.
Pengaruh Jarak Nozzle pada Air Cooling Brake Nugroho, Muhamad Misbach Suryo Nugroho; Chandra Gunawan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i2.4823

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan serius yang terjadi secara global, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor utama penyebab kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman, khususnya rem blong. Rem blong umumnya disebabkan oleh overheating pada sistem rem, yang mengakibatkan berkurangnya daya cengkeram rem atau munculnya vapor lock, sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Kondisi ini sangat berisiko, terutama pada kendaraan bermuatan berat seperti truk, bus, dan mobil pick-up. Panas berlebih pada sistem rem terjadi karena gesekan saat pengereman menghasilkan temperatur yang melampaui kapasitas sistem, sehingga mempercepat kerusakan dan meningkatkan potensi kecelakaan. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan menjaga temperatur rem tromol, yaitu melalui sistem pendingin otomatis menggunakan udara bertekanan yang diarahkan ke rem tromol. Metode ini mencegah kegagalan sistem rem akibat panas berlebih dan meningkatkan keselamatan kendaraan berat. Penelitian ini dilakukan pada prototipe rem tromol untuk menguji efektivitas udara bertekanan (5 bar) dengan memvariasikan jarak nozzle (8 mm, 10 mm, dan 12 mm) dengan sudut nozzle (45°) secara otomatis menggunakan Arduino Mega 2560. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data yang akurat mengenai jarak yang paling berpengaruh dalam menurunkan temperatur rem. Hasil terbaik diperoleh pada jarak yang tedekat yaitu 8 mm, dengan temperatur pendinginan terendah sebesar 127,64°C.