Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Penataan Organisasi LIPI Terhadap Kinerja ASN Pendukung IPTEK Di Lingkungan LIPI Lia Fitrianingrum; Dina Lusyana; Debby Lellyana
Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik Vol 6 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Laboratorium Administrasi Publik FISIP Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jakp.0.1.1-19.2021

Abstract

The Indonesian Institute of Sciences has carried out a comprehensive organizational restructuring (reorganization) in all lines. It has simplified the bureaucracy by minimazing organization structure, and optimizing organization functions. This reorganization was set in LIPI Regulation No.1 of 2019 concerning the Organization and Work Procedure of the Indonesian Institute of Sciences (SOTK-LIPI), which has made fundamental changes to the overall service business process at LIPI, and has affected on science and technology supporting employees. This organizational arrangement aims to create competency-based research and service governance. The reorganization policy at LIPI is the basis for redistribution of science and technology supporting employees. This has changed the mobility of supporting employees, from stagnant and limited environment to dynamic and focused on service functions according to their specializations and functional positions. This research is focused on examining the effect of organizational restructuring on the performance improvement of science and technology supporting employees of LIPI, after LIPI Regulation concerning the Organization and Work Procedure is published. The research method used is explanatory survey. The data analysis technique used to test the model is multiple linear regression. The respondents who became the unit of analysis were as many as 200 respondents of science and technology supporting employees at LIPI. The results of this study indicate that the performance of supporting employees is simultaneously influenced by organizational rearrangement which includes reorganization of structure, technology, physical settings, and people.
PENGEMBANGAN KARIER JABATAN FUNGSIONAL DARI HASIL PENYETARAAN JABATAN ADMINISTRASI : ANALISIS IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN Lia Fitrianingrum; Dina Lusyana; Debby Lellyana
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 14 No 1 Juni (2020): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyetaraan jabatan merupakan amanah dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 sebagai perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 28 Tahun 2019 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional. Penyetaraan jabatan ini bertujuan untuk menciptakan birokrasi yang lebih dinamis dan profesional sebagai upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi untuk mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada publik. Dalam implementasi kebijakan tentang penyetaraan ini dalam tataran di lembaga riset seperti di lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di masa transisi berintegrasi dengan BRIN, dimana penyetaraan dilakukan terlebih dahulu sebelum perubahan SOTK tentunya memberi dampak masalah dan tantangan tersendiri terutama terkait dengan pengembangan karir jabatan fungsional hasil dari penyetaraan jabatan administrasi. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis atas implementasi kebijakan penyetaraan jabatan administrasi yang berujuan agar dapat diselami kondisi riil pelaksanaan dari kebijakan tersebut, sehingga dapat menjadi masukan kepada pemangku kepentingan terkait. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan telaah peraturan perundang-undangan, wawancara dan observasi. Hasil studi menunjukkan bahwa faktor komunikasi dan struktur birokrasi yang mempengaruhi implementasi kebijakan ini masih belum optimal dan perubahan pola pikir juga menjadi faktor lain yang penting.