Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Enkapsulasi bakteri asam laktat dari tempoyak asal Jambi: Pengaruh konsentrasi alginat [Encapsulation of lactic acid bacteria isolated from fermented durian (tempoyak) in Jambi: Influence of alginate concentration] Addion Nizori; Nanda Prayogi; Ika Gusriani; Lavlinesia Lavlinesia; Arzita Arzita
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 26, No 1 (2021): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v26i1.56-64

Abstract

This study aimed to investigate the characteristics and the viability of encapsulated lactic acid bacteria (LAB) from fermented durian from Jambi using alginate concentration as wall material. The encapsulation method used the emulsification technique where LAB in alginate capsules was formed by the formation of water in oil emulsion. This study used a completely randomized design with various alginate concentrations as the treatments with concentrations: 1%, 3%, 5%, 7%, and 9%, respectively. The result showed that alginate concentration on LAB microcapsules was very significant in yield, pH, and heat resistance. All treatment concentrations provided high LAB viability, so alginate is effective for wall material LAB encapsulation with emulsification techniques.  The best LAB microcapsule was 7% of alginate concentration with value of yield 5,60 %, viability of LAB log 12,43 CFU/g, pH 5,22, heat resistant on 50ºC (log 12, 46 CFU/g), 60ºC (log 12,45 CFU/g), 70ºC (log 12,35 CFU/g).  
Sosialisasi Potensi Kulit Kopi sebagai Pakan Alternatif Bernutrisi Tinggi untuk Ternak Ika Gusriani; Suci Rahmawati; Wica Elvina; Anita Marianata
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3025

Abstract

Produksi kopi yang tinggi di Kabupaten Kepahiang Bengkulu, menyebabkan limbah kulit kopi yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, peternak lokal menghadapi tantangan ketersediaan pakan berkualitas yang terjangkau. Tujuan kegiatan : 1). Mentransfer teknologi fermentasi kulit kopi kepada masyarakat mitra, 2). Menghasilkan pakan ternak fermentasi berbasis limbah kulit kopi yang layak pakai, 3). Meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan peternak terhadap pengelolaan limbah dan pakan alternatif. Teknologi yang digunakan adalah fermentasi anaerob kulit kopi menggunakan mikroba seperti EM4 untuk meningkatkan nilai nutrisi. Proses ini terdiri dari tahap pencacahan, inokulasi, fermentasi tertutup, dan pengeringan. Teknologi ini bersifat sederhana, aplikatif, dan berbasis potensi lokal yang memungkinkan adopsi berkelanjutan oleh masyarakat. Melalui pelatihan intensif, pendampingan, dan penyediaan sarana fermentasi sederhana, mitra diharapkan mampu memproduksi pakan fermentasi secara mandiri. Program ini juga membuka potensi ekonomi baru dari sektor limbah pertanian yang selama ini terabaikan.